Suara.com - Pemerintah hingga saat ini masih menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT), termasuk PKH dan BPNT, bagi KPM yang telah terdaftar melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Kementrian Sosial atau DTKS Kemensos. Terdapat beberapa KTP bertanda khusus bisa menjadi receiver BPNT dan PKH tahap 2 April hingga Mei 2023. Agar tidak ketinggalan, simak cara dapat BLT bulan Mei 2023 di bawah ini.
PKH dan juga BPNT merupakan bansos yang disalurkan khusus untuk masyarakat miskin serta rentan ekonomi. Kabarnya pencairan bantuan sosial BPNT dan PKH disalurkan lewat Bank Himbara serta Kantor Pos. Seperti yang diketahui, kedua bansos ini telah disalurkan ke berbagai daerah di Indonesia, sehingga KPM bisa bersiap untuk mendapat bansos selanjutnya.
Diketahui, bantuan sosial PKH 2023 tahap 2 akan mencairkan BLT sebesar Rp750 ribu kepada masyarakat miskin yang telah terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sementara, pada 2023 BPNT tetap disalurkan Kemensos RI berupa uang tunai sebesar Rp200.000 per KPM.
Adapun nama penerima PKH tahap 2 tahun 2023 periode bulan Mei dan BPNT, dapat diketahui dengan dua cara, yaitu lewat situs cekbansos.kemesos.go.id dan aplikasi Cek Bansos.
Jadwal Pencairan BLT PKH 2023
1. Tahap 1 bulan Januari - Maret
2. Tahap 2 bulan April - Juni
3. Tahap 3 bulan Juli - September
4. Tahap 4 bulan Oktober - Desember
Cara Dapat BLT Bulan Mei 2023
Diketahui terdapat tujuh kategori KTP yang menjadi penerima bansos PKH pada tahap 2 dan terbagi menjadi tiga komponen utama. Adapun ketiga komponen itu antara lain kesehatan, pendidikan, dan juga kesejahteraan sosial. Untuk komponen kesehatan yaitu KTP ibu hamil dan balita yang bisa mendapatkan manfaat BLT Rp750 ribu setiap tahap.
Selanjutnya ada komponen pendidikan, yang terdiri dari tiga jenjang yakni SD, SMP, dan SMA yang bisa mendapatkan bantuan sebesar:
1. Pendidikan jenjang SD Rp225.000 setiap tahap
2. Pendidikan jenjang SMP Rp375.000 setiap tahap
3. Pendidikan jenjang SMA Rp500.000 setiap tahap
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Pura-pura Jadi Pembeli! Polisi Ciduk Pengedar 15 Airsoft Gun yang Dijual via WhatsApp
-
Mahfud MD Sebut Penolakan UU Polri oleh Mahasiswa Wajar: Memang Tak Ada Perubahan
-
FPTHSI Tepis Pidato Prabowo Sebut Gaji Guru Terkendala Anggaran: Dana Cukup, Tapi Salah Distribusi
-
Shopee Permudah Seller Kelola Keikutsertaan Program Promosi di Laman "Pengelolaan Program Saya"
-
Gus Yaqut Tumbang di Tahanan, Istri Apresiasi Langkah Cepat KPK Larikan ke RS
-
Gaji Dokter Timpang! Menkes: Ada yang Miliaran, Ada yang Selevel Tukang Parkir
-
Viral Isu Kantor RW di Cikini Digusur Demi SPPG, Ini Fakta Sebenarnya
-
Miris! Menkes Budi Bongkar Sisi Gelap Dunia Medis: Banyak Nakes Kena Bullying dari Seniornya
-
Polisi Tegaskan Taufik Hidayat Ditangkap, Bukan Menyerahkan Diri Seperti Narasi Viral
-
Di Sini Wilayah Paling Parah Akibat Gempa Venezuela, Banyak Orang Meninggal