Suara.com - Presiden RI kelima sekaligus Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri menghadiri acara seminar bertajuk 'Haluan Pembagunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125' di Hotel The Trans Resort Bali, Badung, Bali, Jumat (5/5/2023).
Berdasar pantauan Suara.com di lokasi, Megawati terlihat datang pada pukul 11.11 WITA. Kedatangan Mega tampak disambut langsung utamanya oleh Gubernur Bali Wayan Koster hingga sejumlah pejabat negara lainnya, diantaranya Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa, hingga Kepala BPIP Yudian Wahyudi.
Megawati tampak hadir dengan pakaian batik berwarna ungu dominan cokelat dibalut dengan syal berwarna ungu juga. Usai disambut Megawati lantas sempat membuka obrolan kecil dengan Wayan Koster.
Kemudian mereka bergegas langsung memasuki ruangan acara seminar bertajuk 'Haluan Pembagunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125'.
Adapun sebelumnya, Wayan Koster, memang mendapat penugasan langsung dari Megawati untuk menyusun konsep pembangunan Bali pada 100 tahun ke depan.
"Ini adalah merupakan arahan dari Ibu Megawati Soekarnoputri yang menugaskan saya untuk menyusun konsep Bali 100 tahun ke depan. Ditugaskan kepada saya kira-kira Januari, tugas yang diberikan cukup menantang. Saya harus betul-betul memeras pikiran otak, berdiskusi dengan didampingi para pakar, para kerohanian juga, untuk menggali dan mendeskripsikan apa yang diarahkan oleh Ibu Mega," tuturnya.
Ia pun mengaku sudah menyiapkan materi untuk haluan pembangunan Bali 100 tahun ke depan. Menurutnya, pembangunan Bali ke depan perlu adanya kesinambungan.
"Dalam 100 tahun ke depan pertama adalah apa yang harus diwariskan yang sejak lama peradaban ada, dulu sudah ada, sekarang ada, dan ke depan sepanjang zaman dia harus ada," tuturnya.
"Jadi, apa yang diwariskan dari zaman dahulu, sudah ada zaman dahulu, dan itu baik, bisa berjalan saat ini, bahkan ada yang sampai sudah 2000 tahun bisa bertahan sampai saat ini dan bisa lebih maju, ke depan, bukan lagi 100 tahun, 1000 tahun pun itu harus tetap ada," sambungnya.
Baca Juga: Tak Main-main, Wayan Koster Akan Usir Langsung Turis Nakal Bikin Onar Di Bali
Berita Terkait
-
Tak Main-main, Wayan Koster Akan Usir Langsung Turis Nakal Bikin Onar Di Bali
-
Tegas! Gubernur Bali Wayan Koster Nyatakan Tak Ada Atlet Israel yang Ikut ANOC World Beach Games
-
Besok, Megawati Jadi Pembicara Utama Beri Pengarahan dalam Seminar Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Era Baru
-
Sebut Ganjar Pranowo Cuma 'Petugas Partai', Relawan Ganjar Sindir Megawati: Capres Harus Merdeka, Bukan Boneka!
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN
-
Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan
-
Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, KAI Sempat Hentikan Perjalanan Kereta
-
Jangan Lewatkan Keseruan Belanja di Alfamidi Akhir Pekan Ini: Bonus Spesial Sudah Menanti
-
5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan
-
Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan, Kades Sebut Acara Pre-Wedding Sespri Prabowo
-
5 Peserta SPPI Tewas, Kemhan Evaluasi Total Program Latsarmil
-
Bukan Untuk Cetak Tentara, Kemhan Ungkap Misi Utama Latsarmil Calon Manajer Kopdes
-
Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta
-
Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah