Suara.com - DPP Partai Golkar angkat suara soal Plt Ketua DPD Golkar Kubu Raya, M. Iqbal Zafarullah yang dikabarkan nekat melakukan aksi bunuh diri. Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli mengatakan pihaknya sudah mendapatkan informasi tersebut.
Ia berharap proses pencarian terhadap Iqbal segera menemukan titik terang.
"Ya tapi kami sangat prihatin dan kehilangan karena yang bersangkutan itu adalah ada salah satu terbaik yang mudah-mudah bisa segera ditemukan dalam keadaan yang sehat dan tidak kurang apapun," kata Doli di kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Minggu (14/5/2023).
Doli menyampaikan bahwa Iqbal sebelumnya datang ke Jakarta dan diketahui mengalami sakit.
"Sebenarnya dua hari yang lalu yang bersangkutan ada di Jakarta juga sudah sakit ya sakit. Kami sempat bawa ke rumah sakit kemudian pulang di sana tadi mendaftarkan, jadi saya kira itu lebih pada persoalan personal individu tidak ada kaitannya dengan partai," kata Doli.
Kapolres Kubu Raya, AKBP Arief Hidayat mengatakan, sampai saat ini Tim SAR Gabungan masih melakukan upaya pencarian terhadap Plt Ketua DPD Golkar Kubu Raya, M. Iqbal Zafarullah (43) yang nekat melakukan aksi bunuh diri di sebuah pangkalan Pasir, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya pada Minggu (14/05/2023).
"Kami disini semuanya berusaha semaksimal mungkin untuk berupaya menemukan korban, dan saya memohon doa dari seluruh masyarakat," terang Arief di lokasi kejadian.
Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR Gabungan yang dipimpin langsung Kapolres Kubu Raya, masih melakukan pencarian terhadap korban di lokasi perairan Sungai Kapuas Desa Kuala Dua Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya tepatnya di PD Pangkalan Pasir Bajong Desa Kuala Dua.
Bersama masyarakat setempat dan anggota Partai Golkar, personil Polres Kubu Raya masih melakukan pemantauan secara seksama atas dugaan bunuh diri yang dilakukan oleh Iqbal.
Baca Juga: Anak Dedi Mulyadi Ikuti Jejak Sang Ayah Mundur dari Golkar, Gabung Gerindra?
Sebelumnya, Plt Ketua DPD Golkar Kubu Raya, M. Iqbal Zafarullah diduga nekat melakukan aksi bunuh diri di sebuah pangkalan Pasir, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya pada Minggu (14/05/2023).
Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aipda Ade menjelaskan, peristiwa bermula saat Iqbal sedang berada di KPU Kubu Raya dalam rangka pengajuan caleg partai Golkar.
"Korban mengajak istrinya untuk pulang ke rumah, ternyata mengarah ke arah Kuala Dua dan ketika mobil sudah masuk kearah pangkalan pasir, korban mengarahkan mobil ke Sungai Kapuas hendak menceburkan diri. Namun saat itu aksinya dihalangi sang istri dengan mengerem tangan mobil korban," kata Ade.
"Saksi keluar minta tolong dan korban juga keluar dari mobil kemudian melompat ke Sungai Kapuas dan sampai saat ini korban belum ditemukan," lanjutnya.
Selain istri korban, terang Ade, kejadian tersebut juga disaksikan oleh seorang pekerja yang sedang mengoperasikan Eksavator sekira pukul 10.30 WIB.
Saat itu, Mobil Suzuki Ertiga warna silver KB 1629 CG masuk kedalam pangkalan pasir PD. Satria Desa Kuala Dua mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, sempat berhenti dibelakang Eksavator dan berpikir hendak membeli ikan.
"Tidak lama kemudian, mobil kembali jalan kearah seteher pangkalan PD. Satria dan berhenti didepan steher kemudian melihat adanya laki-laki dan perempuan (diketahui suami-istri) berada didalam mobil. Terjadi tarik menarik hendak keluar mobil dan melihat perempuan keluar mobil minta tolong dan menyusul laki-laki keluar dari mobil menggunakan baju kuning berjalan menuju tongkang pasir kemudian menceburkan diri dibelakang tongkang tepat berada dijangkar tongkang," jelasnya.
Diketahui, korban merupakan PLT Ketua DPC Partai Golkar Kubu Raya dan pada saat kejadian Korban memohon ijin dari kegiatan Pencalonan Bakal Calon Legislatif dari Partai Golkar di KPU Kubu Raya dan belum diketahui pasti motif aksi bunuh diri.
"Saat ini tim SAR (Polres Kubu Raya, Polsek Sungai Raya, Airud Polda Kalbar dan Basarnas Pontianak) yang dipimpin Kapolres Kubu Raya, AKBP Arief Hidayat masih melakukan upaya pencarian korban," tegas Ade.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Kasus YTR di Bandung Ungkap Bahaya Kekerasan dalam Pacaran yang Kerap Tak Disadari
-
Kasus Video JK: Pelapor Ade Armando dan Abu Janda Kecewa Laporannya Dilempar ke Polda Metro
-
Bukan Menolak Lirboyo, Ini Sebenarnya yang Terjadi Saat Munas di Ploso
-
Kasus YTR Tuai Kecaman, Negara Diminta Perkuat Perlindungan Korban Kekerasan Gender
-
Pemkab Bangkalan Borong Jajanan PKL Saat Penyambutan Prabowo, Warga Nikmati Pembagian Gratis
-
Industri China Lebih Pilih Kasih Beasiswa ke Mahasiswa Vokasi RI daripada Datangkan TKA
-
Wacana Gabungkan Pidsus dan Pidum, Burhanuddin Nilai Koordinasi Penanganan Perkara Lebih Efektif
-
Risky Tinggalkan Rutinitas Jual Ikan Keliling, Kini Menata Mimpi di Sekolah Rakyat
-
Hutan Tropis Dianggap Penyerap Karbon Utama, Tapi Penelitian Baru Tunjukkan Hal Berbeda
-
Keterlibatan TNI Urus Pangan Jadi Sorotan, Prabowo Sebut Langkah Strategis bagi Negara