Suara.com - Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) dan Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) 2023 Banten telah mencapai masa puncak atau Harvesting pada 20-21 Mei 2023. Gelaran Harvesting telah diselenggarakan di Summarecon Mall Serpong, Kabupaten Tangerang. Gernas BBI dan BBWI adalah program berkelanjutan dalam meningkatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta pariwisata.
Setelah melalui rangkaian kerja bersama selama tiga bulan sejak Februari hingga Mei 2023, harvesting merupakan momentum pemberian apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat, seperti Kementerian atau lembaga terkait, badan usaha dan utamanya kepada 5 (lima) UMKM yang menjadi champion. Kelima UMKM tersebut yaitu Sahabat Alam Handycraft (Kota Tangerang), Mitra Mandala (Kab. Lebak), Allana Indonesia ( Kab. Tangerang), Prospero (Kab. Tangerang), dan Batik Banten Mukarnas (Kota Serang).
Tahun ini, merupakan tahun ke-3 Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terlibat dalam Gernas BBI/BBWI. Sebagai co-campaign manajer, Kemenhub telah tuntas mengawal pencapaian target transaksi penjualan UMKM dan perjalanan wisata ke provinsi banten. Bergandengan dengan Pemerintah Provinsi Banten yang bertindak sebagai campaign manager dan pemangku kepentingan lainnya seperti Kemenkomarvest, Bank Indonesia, OJK, BUMN, Media dan Top Brand.
Seriring dengan gernas BBI, Kemenhub terus berkomitmen meningkatkan capaian belanja Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). Tahun 2022 Kemenhub berhasil masuk dalam kategori 5 besar penghargaan P3DN dengan nilai realisasi belanja PDN Rp18,9 triliun.
Selanjutnya untuk mendukung pariwisata, Kemenhub berkomitmen untuk mewujudkan konektivitas transportasi. Terkait wisata Banten khususnya KEK Tanjung Lesung, dukungan diwujudkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kapasitas infrastruktur yaitu percepatan reaktivasi KA Rangkasbitung-Labuan dan Pengembangan alat penerangan jalan.
"Semoga apa yang dilakukan dapat mendorong peningkatan capaian target BBI dan BBWI secara nasional serta mendorong penguatan serta pemulihan perekonomian bangsa" ujar Menhub dalam sambutannya pada harvesting BBI dan BBWI provinsi Banten 2023.
Tag
Berita Terkait
-
Kemenhub Apresiasi Nelayan Labuan Bajo dalam Mendukung Kelancaran KTT ASEAN ke-42
-
Kemenhub Kerahkan Kapal Patroli KPLP untuk Evakuasi KMP Royce 1 yang Terbakar
-
Sinergitas Kemenhub, Jasa Raharja dan Korlantas Polri Dalam Memastikan Arus Balik Aman dan Nyaman
-
Akomodasi Tidak Cukup, Pemerintah Kerahkan KM Sinabung Saat KTT ASEAN Labuan Bajo
-
Padat Lagi! 1,5 Juta Kendaraan Pemudik Telah Kembali ke Jakarta
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Menag Soroti Pasal Aliran Sesat di KUHAP, Minta Definisi dan Kriteria Diperjelas
-
KPK Sebut Uang Korupsi Fadia Arafiq Bisa Buat 400 Rumah hingga Bangun 60 KM Jalan di Pekalongan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Kuasa Hukum Gus Yaqut: Tersangka Korupsi Tanpa Kerugian Negara Ibarat Pembunuhan Tanpa Korban!
-
2 Lapangan Padel di Jakut Mendadak Disegel! Ini Alasannya
-
Saham BEBS Meroket 7.150 Persen, OJK Geledah Mirae Asset Sekuritas Terkait Dugaan Manipulasi
-
Bupati Pekalongan Jadi Tersangka, KPK Beberkan Aliran Rp19 Miliar ke Kantong Pribadi hingga Keluarga
-
Dasco: Kamis Besok Dengar Pendapat Publik soal RUU PPRT
-
KPK Sebut Dalil Praperadilan Gus Yaqut Salah Alamat dan Bukan Lingkup Hakim
-
Terjaring OTT, Bupati Pekalongan Alasan Tak Paham Birokrasi Karena Berlatar Belakang Musisi Dangdut