Suara.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Mario Dandy dengan pasal berlapis sembari membeberkan aksinya yang sadis terhadap korbannya, David Ozora.
Jaksa dalam sidang perdana sidang perdana kasus penganiayaan, Selasa (6/6/2023) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan membeberkan bahwa pelaku yakni Mario Dandy kegirangan hingga tertawa lepas saat menghajar David hingga nyaris mati.
Mario juga melakukan sederet kejahatan sadis seperti memberikan ancaman ke David yang tengah menerima serangan bertubi-tubi dari sosok anak eks pejabat Kementerian Keuangan Rafael Alun Trisambodo itu.
Paksa David push-up 50 kali dan bersikap tobat
Penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy itu terjadi di dekat rumah David pada Februari 2023 lalu, di Perumahan Green Permata, Jalan Swadarma Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Kala itu, Mario Dandy melakukan beberapa serangan fisik terhadap David.
Mario juga memaksa David untuk melakukan push-up sebanyak 50 kali selama berturut-turut. Tak cukup di situ, Mario juga mekasa David untuk melakukan sikap tobat yang sulit dilakukan bagi orang biasa.
Tendang kepala David bak bola
Sungguh bejatnya aksi Mario terhadap David. Pasalnya, Mario menendang kepala David bak sebuah bola yang dimainkan dalam sebuah permainan sepak bola.
Baca Juga: Merasa Disiksa Psikis oleh Mario Dandy, Shane Lukas Minta Pindah Jeruji Besi
Mario juga bersenang-senang bak pemain bola saat menendang kepala David sembari berteriak kegirangan.
"Saat itu, terdakwa Mario Dandy tampak bersenang-senang saat melakukan kekerasan terhadap korban, David Ozora, dengan seolah-olah melakukan (selebrasi) sepak bola dengan mengatakan: 'Enak main bola ya!'," beber jaksa saat membacakan dakwaan di PN Jaksel, Selasa (6/6/2023).
Jaksa turut mengungkap Mario menendang kepala David dengan keras sambil berlari bak memberikan tendangan bebas.
"Dandy langsung ancang-ancang mundur beberapa langkah ke belakang untuk mengambil posisi seolah-olah akan melakukan tendangan bebas (free kick) dalam permainan sepak bola," lanjut Jaksa.
Tak lupa, Dandy juga sembari berteriak "Sini free kick!" saat menendang kepala David.
Tiru selebrasi Ronaldo usai tendang David Ozora
Berita Terkait
-
Merasa Disiksa Psikis oleh Mario Dandy, Shane Lukas Minta Pindah Jeruji Besi
-
Mario Dandy Kini Dijerat Pasal Penganiayaan Berat, Terancam 12 Tahun Penjara
-
David Ozora Cuma Bisa Jalan 6 Menit, Kakinya Sempat Patah dan Dipasang Pen
-
Ayah David Ozora Beberkan Hal Ini usai Saksikan Persidangan Mario Dandy: Kalau untuk Dakwaan...
-
Sidang Perdana Mario Dandy dan Shane Lukas, Pihak David Ozora Dapat Banyak Dukungan
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno
-
Kecelakaan Beruntun di Tol Becakayu, Toyota Altis Diduga Hilang Kendali dan Tabrak Dua Mobil
-
Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026, Duduk Berdampingan dengan Pramono Anung
-
Sudinhub Jaktim Minta Maaf atas Kegaduhan Penertiban Motor Ojol di Jatinegara
-
Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani
-
Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas