Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mendalami kerja sama antara Heryanto Tanaka dengan PT Xavier Medika Indonesia. Heryanto Tanaka merupakan Debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana atau KSP ID, tersangka penyuap Hakim Agung Mahkamah Agung.
Nama PT Xavier Medika Indonesia turut terseret, karena termuat dalam surat tuntutan Heryanto Tanaka. Adapun dokumen perjanjian kerja sama perusahaan tersebut dengan Heryanto Tanaka turut disita Jaksa KPK.
"Dan itu pasti kita akan dalami ke arah sana," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri di Gedung KPK, dikutip pada Selasa (13/6/2023).
Ali belum dapat memastikan, perjanjian kerja sama antara Heryanto Tanaka dengan PT Xavier Medika Indonesia memiliki unsur pidana atau tidak.
"Sekali lagi, apakah nanti juga mengarah pada dugaan tindak pidana dan sebagainya, ya nanti itu masih jauh ya," kata Ali.
Namun, dia juga memastikan, dokumen kerja sama tersebut menjadi salah satu barang yang disita KPK untuk tersangka Sekretaris MA Hasbi Hasan dan mantan Komisaris Wijaya Karya Dadan Tri Yudianto.
"Tapi bahwa itu menjadi barang bukti dalam dugaan dua tersangka ini iya (Habsi Hasan dan Dadan Tri)," kata Ali.
Saat ditelusuri Suara.com, Komisaris PT Xavier Medika Indonesia adalah Siti Nur Azizah Ma’ruf, putri Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Sementara posisi direktur, dijabat Riris Riska Diana, istri kedua Dadan Tri Yudianto.
Pada perkara suap di MA, KPK sudah menetapkan 17 orang tersangka. Termasuk Sekretaris MA Hasbi Hasan dan Eks Komisaris Wijaya Karya Dadan Tri Yudianto. Selain itu, Hakim Agung Gazalba Saleh dan Sudrajad Dimyati yang telah dinonaktifkan.
Baca Juga: Deretan Hakim Mahkamah Agung Terlibat Kasus Suap, Dua Masuk Penjara
Terbaru, KPK telah menahan Dadan pada Selasa (6/7/2023). Dia diduga menjadi perantara Heryanto Tanaka (HT) dengan Hasbi Hasan. Hasil penyidikan KPK, Heryanto memberikan suap berupa uang Rp 11,2 miliar kepada Hasbi Hasan dan Dadan Tri.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!