Warganet tersebut juga menyinggung soal pernyataan filsuf Rocky Gerung terkait kecerdasan.
"Ternyata sesimpel itu untuk menghapus politik dinasty, cukup Beda KK. Ada benarnya omongan Bung rocky, klo ijazah itu hanya tanda orang pernah kuliah bukan tanda orang berpikir," celetuk warganet.
Dianggap Konyol
Pengamat Politik Rocky Gerung mengomentari pernyataan mantan Wali Kota Solo tersebut. Rocky memaklumi FX Rudy yang berusaha mencari alasan untuk menyangkal tuduhan dinasti politik jika Kaesang maju Pilwalkot Kota Depok.
Namun, karena tidak menemukan alasan yang tepat, FX Rudy dinilai menggunakan alasan konyol.
“Kita paham bahwa upaya untuk membela itu juga Pak FX Rudy tentu berupaya untuk cari alasan. Tapi alasan nggak ketemu maka dipakai alasan yang agak konyol yaitu KK-nya udah bisa,” ujar Rocky, dikutip Suara Liberte dari kanal YouTube pribadi pada Sabtu (17/6/2023).
Menurutnya, dinasti politik bukan berkaitan dengan administrasi melainkan pengaruh politik. Oleh karena itu, ia menganggap pernyataan FX Rudi tak perlu ditanggapi.
“Ini bukan soal administrasi. Ini soal pengaruh politik. Jadi sebetulnya nggak perlu ditanggapi juga,” ujar ahli ilmu filsafat ini.
Kontributor : Armand Ilham
Baca Juga: Kaesang Pangarep dan Erina Gudono Minta Ide Nama Anak yang Ada 'Sang', Warganet Ada Usul?
Berita Terkait
-
Mengejutkan! Erina Gudono Bongkar Perubahan Kaesang Pangarep setelah Menikah: Mau Terjun ke Politik
-
Kaesang Pangarep Planga Plongo saat Ditanya Visi Misi, Ini Kata Erina Gudono
-
Kaesang Pangarep dan Erina Gudono Minta Ide Nama Anak yang Ada 'Sang', Warganet Ada Usul?
-
FX Rudy Bantah Kaesang Maju Depok 1 Termasuk Dinasti Politik, Rocky Gerung: Konyol!
-
Erina Gudono Merasa Dijebak Kaesang Pangarep saat Jalan Berdua: Kayak Investasi Bodong
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar