Suara.com - Pada Hari Raya Idul Adha atau lebaran haji umat muslim akan bersuka cita dalam merayakannya dengan berbagi daging kurban. Tak jarang, beberapa keluarga mendapatkan daging kurban yang berlimpah, sehingga sebagian bahkan berpikiran untuk menjualnya. Lantas bagaimana hukum menjual daging kurban dan kulitnya?
Mengingat, sebagian penerima kurban terkadang, ada yang ternyata lebih membutuhkan nasi dibanding dengan daging. Hal ini bisa saja terjadi karena saking susahnya ia secara ekenomi, sehingga tak mampu membeli bumbu masakan untuk daging.
Lantas, bolehkah mereka menjualnya kepada orang lain, dengan maksud untuk dapat membeli beras?
Terkait pertanyaan ini Ustadz Abdul Somad pun menjawabnya dalam sesi tanyan jawab, yang diunggah lewat laman Youtube Tanya Ustadz Somad dengan judul Bolehkah Menjual Kulit Hewan Qurban?
Ustaz Abdul Somad Lc. MA menjelaskan bahwa tidak akan ada pahala bagi siapa saja yang menjual daging kurban. Sehingga dia tidak akan menerima pahala yang telah dijanjikan oleh Allah SWT atas kurban yang dilakukannya.
"Barangsiapa yang menjual kulit kurbannya, maka tidak ada kurban bagi dirinya. Artinya dia tidak akan mendapat pahala yang dijanjikan kepada orang yang berkurban atas pengorbanannya," jelas Ustaz Abdul Somad.
Seperti yang diketahui, daging hewan kurban utamanya dibagikan kepada fakir miskin. Namun bagaimana jika fakir miskin tersebut tauk mau menerima daging kurbab dengan berbagai alasan? Kata Ustadz Abdul Somad, boleh dijual, tapi nantinya uang hasil penjualan tersebut harus diberikan ke fakir miskin.
"Nih ada kulit hewan, bagaimana? Bagikan ke fakir miskin," ucap Ustaz Abdul Somad (UAS).
"Fakir miskin ini ada kulit? (fakir miskin bilang) bau, najis, tak mau. Maka jual kepada yang paham tentang kulit. Mengubah kulit jadi duit boleh, tapi duitnya harus bagikan ke fakir miskin. Jadi kalau untuk beli nasi bungkus bagaimana? Dari biaya operasional," tambanya.
Baca Juga: Niat Mandi Hari Raya Idul Adha Lengkap untuk Laki-laki dan Perempuan
Sementara, tuntutan hukum bagi kaum fakir dan miskin yang menerima daging kurban, boleh baginya untuk menjual daging kurban. Hal ini berdasarkan dari hadist-hadist shahih. Ibnu Hajar Al-Haitami mengatakan:
"Boleh bagi orang fakir melakukan tindakan (apapun) pada daging kurban yang diterimanya, baik menjualnya atau tindakan lainnya”. (Tuhfatul Muhtaj di Syarhil Minhaj jilid 9, hal. 423).
Hukum serta tuntutan terkait penjualan daging kurban berbeda dengan orang kaya yang menerima sebagai hadiah dari kurban. Kepemilikan daru mereka tidaklah sempurna, hanya boleh memanfaatkannya untuk dimakan dan tidak boleh dijual.
Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Tuhfatul Muhtaj fi Syarhil Minhaj berikut artinya:
"Bagi orang fakir boleh memanfaatkan kurban yang diambil (secara bebas) meski dengan semisal menjualnya kepada orang Islam, sebab ia memilikinya. Berbeda dari orang kaya, ia tidak diperkenankan menjualnya, tetapi ia hanya diperbolehkan mengalokasikan kurban yang diberikan kepadanya dengan semisal makan, sedekah, dan menghidangkan meski kepada orang kaya, sebab puncaknya ia seperti orang yang berkurban itu sendiri."
Kesimpulannya, bagi yang berkurban dan orang mampu haram hukumnya menjual daging yang telah dikurbankannya atau yang diterimanya. Sementara bagi orang yang berhak menerima atau orang fakir atau hamba sahaya, daging kurban boleh dijual kembali untuk ditukarkan dengan uang atau makanan pokok.
Demikian tadi penjelasan tentang hukum menjual daging kurban dan kulitnya. Semoga bermanfaat!
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
-
5 Amalan Sunnah Saat Hari Raya Idul Adha Selain Menyembelih Hewan Kurban
-
Niat Mandi Hari Raya Idul Adha Lengkap untuk Laki-laki dan Perempuan
-
Niat Sholat Idul Adha Makmum dan Imam Lengkap Latin dan Artinya
-
Doa Menyembelih Hewan Kurban untuk Orang Lain Lengkap dengan Tata Caranya
-
Jam Operasional Bank BCA, BNI, BRI Selama Cuti Bersama Idul Adha 2023
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
Terkini
-
Siaga Kekeringan dan Karhutla, Prabowo Panggil Sejumlah Menteri ke Istana
-
Jadwal Siaran Langsung Aston Villa vs Indonesia All Stars
-
Remaja Blega Nekat Terjun dari Menara BTS Ketinggian 100 Meter
-
Sulut Juara Umum, IHR Kejurnas Seri I Indonesia Derby 2026 Sukses Sedot 24 Ribu Penonton
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Masa Transisi Aceh Berakhir, Kasatgas Tito Tekankan Penanganan Sesuai Kondisi
-
Surat untuk Jenaka: Antara Cinta, Mesin Waktu, Hukum, dan Misteri Tahun 1923
-
5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Mengajukan Pinjaman Tunai
-
Deterjen Cair vs Bubuk, Mana yang Lebih Efektif untuk Membersihkan Pakaian?
-
Liverpool Siapkan Tawaran untuk Bradley Barcola, PSG Dikabarkan Bidik Pengganti