- SPPG diimbau tidak lagi menyajikan makanan olahan pabrik, beralih total ke pemanfaatan produksi warga lokal.
- Kebijakan ini mengacu Perpres Nomor 115 Tahun 2025 yang memprioritaskan produk dalam negeri untuk program tersebut.
- Produk rumahan harus mengantongi izin PIRT, dan birokrasi perizinan diminta disederhanakan oleh pemerintah daerah.
Suara.com - Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) diimbau agar tidak lagi menyajikan makanan olahan pabrik dalam Program Makan Bergizi Gratis.
Prioritas utama program ini kini beralih sepenuhnya ke pemberdayaan ekonomi lokal.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa seluruh menu makanan harus berasal dari tangan-tangan warga setempat, bukan produk industri raksasa.
“Jangan lagi pakai biskuit, roti dari perusahaan besar. Semua makanan harus diproduksi warga sekitar dapur, baik itu UMKM, maupun oleh ibu-ibu PKK,” tegas Nanik saat memberikan arahan dalam acara Sosialisasi dan Penguatan Tata Kelola Makan Bergizi Gratis di Kota Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (13/12/2025).
Amanat Perpres: Prioritas Produk Dalam Negeri
Instruksi Nanik bukan tanpa dasar. Hal ini mengacu pada Pasal 38 ayat 1 Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025.
Beleid tersebut mewajibkan penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis untuk memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri.
Pemerintah menargetkan pelibatan aktif usaha mikro, usaha kecil, perseroan perorangan, koperasi, koperasi desa/kelurahan merah putih, hingga BUM Desa sebagai pemasok utama.
Sebagai inspirasi, Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi Kementerian/Lembaga untuk Pelaksanaan Program MBG ini mencontohkan kolaborasi apik yang terjadi di Depok, Jawa Barat.
Baca Juga: Soal Insiden SDN 01 Kalibaru, Sudinhub Sebut SPPG Lakukan Pelanggaran Fatal
Di wilayah tersebut, rantai pasok makanan tidak bergantung pada pabrik. Roti, bakso, nugget, hingga rolade diproduksi secara homemade oleh ibu-ibu orang tua siswa di sekolah tersebut.
Meski berbasis rumahan, standar keamanan pangan tetap menjadi harga mati. Produk olahan wajib mengantongi izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) yang diterbitkan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.
Menyadari bahwa perizinan kerap menjadi kendala bagi pelaku usaha kecil, Nanik secara khusus meminta Pemerintah Kota Probolinggo untuk memangkas birokrasi.
“Tolong Pak Wali, Bu Wawali, Dinkes, dipermudah izin PIRT-nya, untuk usaha kecil agar mereka bisa memasok dapur-dapur SPPG,” ujar mantan wartawan senior itu menutup arahannya.
Berita Terkait
-
Tak Hanya Ciptakan Lapangan Kerja, Waka BGN Sebut Program MBG Jalan Tol Pengentasan Kemiskinan
-
Pramono Anung Bahas Peluang Siswa SDN Kalibaru 01 Cilincing Kembali Sekolah Normal Pekan Depan
-
Usai Mobil MBG Tabrak Puluhan Anak SD di Cilincing, Apa yang Harus Dibenahi?
-
Dishub Ungkap Kondisi Mobil SPPG Penabrak Puluhan Siswa di Cilincing
-
Soal Insiden SDN 01 Kalibaru, Sudinhub Sebut SPPG Lakukan Pelanggaran Fatal
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Tetap Berjalan di Tengah Transisi Kepemimpinan
-
Pembangunan Huntara Terus Dikebut, 4.263 Unit Rampung di 3 Provinsi Terdampak Bencana
-
Prabowo Temui Sejumlah Tokoh yang Disebut Oposisi di Kertanegara, Bahas Korupsi hingga Oligarki
-
DLH DKI Pastikan RDF Plant Rorotan Beroperasi Aman, Keluhan Warga Jadi Bahan Evaluasi
-
Wamensos Agus Jabo Tekankan Adaptivitas Siswa Sekolah Rakyat Hadapi Perubahan Zaman
-
Belum Jadi Kader Resmi, Jokowi Disebut Sudah Ajak Relawannya untuk Masuk PSI
-
PDIP Sarankan Beberapa Langkah untuk Respons Merosotnya IHSG dan Mundurnya Pejabat BEI-OJK
-
Kunjungi SRMP 1 Deli Serdang, Gus Ipul Pastikan Sekolah Rakyat Ramah Disabilitas
-
Ahmad Muzani di Harlah NU: Bangsa Ini Berutang Jasa pada Kiai dan Santri
-
Sesuai Arahan Presiden, Gus Ipul Serahkan Santunan Ahli Waris Korban Banjir Deli Serdang