- Direktur WALHI Jambi menyatakan banjir Kota Jambi pada 12 Desember disebabkan pembangunan mengabaikan daya dukung lingkungan.
- Banjir tersebut dikategorikan bencana ekologis akibat kebijakan pembangunan tanpa kajian lingkungan memadai dan mendesak peninjauan izin.
- Kondisi ini menunjukkan kegagalan pemerintah menjamin ruang hidup aman karena tata ruang dan drainase yang buruk.
Suara.com - Direktur Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Jambi, Oscar Anugrah, menilai banjir yang melanda Kota Jambi pada Jumat (12/12) petang bukan sekadar akibat curah hujan tinggi, melainkan konsekuensi dari pembangunan yang tidak memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan.
“Ini bukan bencana alam, tetapi bencana ekologis yang terlahir dari kebijakan pembangunan tanpa kajian lingkungan yang memadai,” kata Oscar dalam keterangan tertulis yang diterima di Jambi, Jumat (12/12/2025).
Oscar menjelaskan, WALHI tidak menolak pembangunan, namun menekankan pentingnya memastikan bahwa setiap proyek memenuhi prinsip keberlanjutan lingkungan dan berpihak pada keselamatan masyarakat.
Ia mendesak pemerintah meninjau kembali perizinan pembangunan yang dinilai mengabaikan aspek lingkungan.
Banjir yang terjadi tersebut merendam sejumlah titik di Kota Jambi, di antaranya kawasan Kantor Gubernur, Simpang Mayang, Simpang Empat Sipin, Kenali Asam Atas, Simpang Empat Pal 7 Kenali Asam Bawah, serta sejumlah daerah lainnya.
Menurut Oscar, kondisi ini menunjukkan bahwa risiko ekologis muncul dari kombinasi tata ruang yang tidak tepat, sistem drainase yang buruk, serta praktik pembangunan yang tidak mengutamakan keselamatan publik.
“Ketika curah hujan berdurasi singkat mampu memutus aktivitas sosial dan ekonomi dua RT sekaligus, maka jelas hal itu bukan sekadar cuaca ekstrem, tetapi kegagalan pemerintah memastikan ruang hidup yang layak dan aman bagi warganya,” ujarnya.
Ia menegaskan masyarakat tidak boleh terus-menerus menjadi korban bencana berulang.
Mereka memerlukan jaminan pemulihan, penataan wilayah yang lebih aman, dan langkah pencegahan yang berkelanjutan, bukan hanya respons darurat jangka pendek.
Baca Juga: 5 Pilihan Sepeda Listrik Roda Tiga untuk Berkendara Stabil dan Nyaman
“Setiap kali banjir datang, yang tenggelam bukan hanya lantai rumah dan perabot, tetapi juga rasa aman dan kemampuan warga untuk pulih. Tanpa keberpihakan ekologis yang serius, banjir hari ini hanya akan menjadi pengantar bagi bencana berikutnya,” tutup Oscar.
Berita Terkait
-
5 Pilihan Sepeda Listrik Roda Tiga untuk Berkendara Stabil dan Nyaman
-
Waspada! Ini 5 Cara Kenali Rekan Kerja yang Punya Crab Mentality
-
Peringati Hari HAM, Pemimpin Adat Papua Laporkan Perusahaan Perusak Lingkungan ke Mabes Polri
-
Pengamat Desak DPR Panggil Zulhas Soal Keterlibatan Kerusakan Lingkungan
-
Hentikan Produksi Tambang Emas, Agincourt Resources Serahkan Data ke KLH Pasca Banjir Sumatera
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Prabowo di Nganjuk: Bung Karno Milik Seluruh Bangsa, Bukan Milik Satu Partai Saja
-
Tepis Isu RI Bakal 'Collapse', Prabowo: Rakyat di Desa Nggak Pakai Dolar, Indonesia Masih Oke!
-
Prabowo: Kita Tidak Sombong, Tapi Indonesia Kini di Pihak yang Memberi Bantuan bagi Dunia
-
Canda Prabowo ke Jumhur Hidayat di Nganjuk: Dulu Bolak-balik Masuk Penjara, Sekarang Jadi Menteri
-
Kelakar Prabowo saat Cari Dony Oskaria di Nganjuk: Menteri Saya Banyak Masuk RS Karena Kerja Keras
-
Tampang Pria Jepang yang Terlibat Kasus Prostitusi Anak, Bos Perusahaan Hiburan Ikut Terseret
-
Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Prabowo: Ini Peristiwa Langka di Dunia
-
Resmikan Museum-Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk, Prabowo: Saya Tadi Melihat Kamarnya
-
WHO Pastikan Risiko Hantavirus Rendah, Tapi Ancaman Belum Berakhir
-
Cara Keji Tentara Zionis Israel Bunuh 7 Warga Gaza, Perempuan dan Anak Jadi Korban