Suara.com - Komisi X DPR RI bakal memanggil Menteri Pemuda dan Olahraga RI Dito Ariotedjo. Pemanggilan itu dijadwalkan untuk mendengar penjelasan Dito mengenai batalnya ANOC World Beach Games (AWBG) 2023 di Bali.
"Rencana kita mau panggil untuk kita diskusikan dan memastikan kenapa ini terjadi," kata Huda di Kompleks Parlemen Senayan, dikutip Jumat (7/7/2023).
Huda berharap melalui diskusi-diskusi nantinya dapat mencegah pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah dalam perhelatan olahraga bertaraf internasional. Terlebih sebelumnya Indonesia batal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.
"Jangan sampai terulang kembali karena kan ada event-event internasional lagi dan sudah dua kali," kata Huda.
Huda mengapresiasi visi pemerintah untuk menggelar berbagai event internasioal. Tetapi seiring dengan visi tersebut, Huda menyayangkan pemerintah tidak mengeksekusinya dengan baik.
"Kita mengalami dua kali kegagalan, U-20 dan ini sekarang, kita alami kegagalan terkait beach game ini. Saya beri catatan serius, visi pemerintah menyangkut soal penyelenggaraan event internasional tidak dibarengi eksekusi yang baik," kata Huda.
Sebelumnya, Menpora Dito Ariotedjo menyesalkan batalnya ANOC World Beach Games (AWBG) 2023 di Bali yang seharusnya digelar pada 5-12 Agustus.
"Pemerintah turut menyesalkan pembatalan ANOC World Beach Games yang sejatinya mampu meningkatkan gairah ekonomi lokal pascapandemi COVID-19," kata Menpora Dito Ariotedjo saat dihubungi pewarta, seperti dikutip dari Antara, Rabu (5/7/2023).
Mengenai alasan pembatalan yang dirilis oleh ANOC yaitu LOC mengundurkan diri karena anggaran tidak dirilis pemerintah, Dito mengungkapkan pemerintah selalu siap menjadi tuan rumah sesuai dengan program yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo.
Baca Juga: Semoga Pembatalan AWBG 2023 di Bali Bukan karena Israel
"Indonesia selalu siap menjadi tuan rumah event internasional, baik olahraga maupun event lain dengan pembangunan infrastruktur dan SDM yang dicanangkan Bapak Presiden Joko Widodo hampir satu dekade ini. Namun memang dalam pelaksanaannya harus ada perencanaan yang matang sehingga kita bisa menjamu tamu dengan baik," kata Dito Ariotedjo.
Dito juga mengatakan Kemenpora dalam menyusun perencanaan anggaran khususnya AWBG 2023 melakukan asistensi bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
"Dalam menyusun perencanaan, Kemenpora melakukan asistensi bersama BPKP dan DJA Kemenkeu agar menghasilkan rencana anggaran yang sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku," ungkap Menteri termuda di kabinet Indonesia Maju itu.
Dito menepis kabar bahwa pemerintah tidak memberikan jaminan finansial kepada event internasional khususnya AWBG 2023, hal itu dibuktikan dengan perhatian pemerintah melalui pemberangkatan kontingen maupun pemberian bonus atlet peraih medali.
"Selain perencanaan memang ada beberapa isu lain yang muncul setelah batalnya FIFA World Cup U-20. Tapi untuk kemampuan finansial, bisa dilihat pemerintah selalu siap untuk memberangkatkan kontingen multicabang dan juga tidak pernah terlambat dalam pemberian bonus atlet peraih medali," ungkap Dito.
AWBG direncanakan digelar pada 5-12 Agustus di empat klaster lokasi di Bali, yaitu di Nusa Dua, Jimbaran, Kuta, dan Canggu.
AWBG Bali 2023 rencananya diikuti sekitar 1.500 atlet dari 130 negara. Selain AWBG, Bali juga akan kedatangan 205 delegasi dari seluruh dunia beserta para petinggi organisasi olahraga dunia, yakni Komite Olimpiade Internasional (IOC), Badan Anti-Doping Dunia (WADA), hingga pimpinan federasi internasional yang akan hadir di ANOC General Assembly pada 13-15 Agustus.
Berita Terkait
-
Efek Menpora Dito Bungkam, Netizen Sorot Tajam Drama Kasus BTS Kominfo: Kembalikan Duit Hasil Korupsi Bisa Dianggap Tak Bersalah, Ajaib Emang!
-
Anthony Ginting Gunakan Peci Saat Dilantik Jadi PNS, Netizen: Mirip Ketua Rohis
-
Komisi X Bakal Panggil Kemenpora, Akibat Bali Batal jadi Tuan Rumah ANOC World Beach Games 2023
-
Mengintip Gaji Atlet yang Diangkat Jadi PNS Kemenpora, Ada Banyak Tunjangan!
-
Romo Syafi'i Beberkan Asumsi dalam Kasus Korupsi BTS Menteri Dito Ariotedjo
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT