Suara.com - Kuasa hukum korban jastip tiket Coldplay, Muhamad Zainul Arifin menilai maraknya kejahatan penipuan di media sosial merupakan bentuk keteledoran pemerintah dalam melakukan langkah antisipatif. Pemerintah menurutnya tidak semestinya melulu mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati tanpa mengedepankan upaya pencegahan.
Hal ini disampaikan Zainul dalam diskusi bertajuk 'Waspada Kejahatan Siber Masyarakat Harus Bagaimana?' yang digelar Forum Wartawan Polri di Hotel Diradja, Jakarta Selatan, Jumat (7/7/2023). Ia mengungkap beberapa kliennya sebelumnya juga pernah tertipu dengan modus jastip tiket konser Blackpink.
"Sebetulnya bukan keteledoran dari kawan-kawan korban, tetapi keteledoran dari pemerintah bagaimana cara mengantisipasi ini," kata Zainul.
Status pendidikan masyarakat yang berbeda, lanjut Zainul, juga mesti dipahami oleh pemerintah. Sebab tidak semua masyarakat kekinian melek digital.
"Inilah fungsi pemerintah untuk melakukan antisipasi. Kalau tidak ada (antisipasi), dibiarkan begitu saja maka korban akan terjadi dan terjadi lagi," jelasnya.
Pelaku Lulusan SD
Panit I Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Ipda Satrio sebelumnya mengungkap bahwa pelaku kejahatan penipuan di media sosial seperti modus jastip tiket konser Coldplay rata-rata tidak memiliki kemampuan teknologi informasi atau IT yang mempuni. Bahkan beberapa di antaranya hanya lulusan sekolah dasar alias SD.
Satrio menilai sebagian besar terjadinya kejahatan penipuan di media sosial karena keteledoran korban.
"Saya rasa lebih banyak kepada keteledoran dari korban ataupun kurangnya literasi digital untuk masyarakat kita," ujarnya.
Baca Juga: Warga Binaan di Lapas Lampung Kendalikan Sindikat Penipuan Beras di Media Sosial
Berdasar pengalaman dari beberapa pengungkapan kasus penipuan di media sosial, lanjut Satrio, pihaknya baru menemukan satu pelaku yang memang memiliki kemampuan IT cukup mempuni. Sedangkan selebihnya hanya orang biasa yang memanfaatkan momentum seperti ramainya peminat konser Coldplay.
"Ada di daerah Sulawesi, saya mendapati itu cuma satu orang yang punya kemampuan bisa memprogram. Itu disebut mekanik di sana. Kalau pelaku-pelakunya SD aja nggak lulus banyak," tuturnya.
Atas hal itu, Satrio mengimbau masyarakat untuk lebih waspada. Khususnya dalam melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang tidak jelas asal usulnya.
Penipuan Jastip Tiket Coldplay
Sebagaimana diketahui, Polda Metro Jaya telah menangkap beberapa pelaku kasus penipuan modus jastip tiket Coldplay. Dua di antaranya merupakan pasangan suami istri berinisial ABF (22) dan W (24) di Yogyakarta.
Dalam melancarkan aksi kejahatannya kedua tersangka menggunakan akun Twitter @findtrove_id,l yang dibeli dari seseorang seharga Rp750 ribu. Mereka sengaja membeli akun dengan jumlah pengikut atau followers banyak tersebut untuk menyakinkan korban.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama Muncul di Dakwaan Korupsi, Menkeu: Tak Dinonaktifkan
-
Gus Ipul Bantah Tahan SK Jelang Muktamar PBNU: Itu Kabar Menyesatkan
-
Motif 'Sakit Hati' Gugur di Persidangan! TAUD: Serangan ke Andrie Yunus Itu Operasi, Bukan Dendam
-
Hakim Nur Sari Semprot Dirjen Binwasnaker Fahrurozi: Saudara Lahir di Kemnaker, Masa Tidak Tahu?
-
PBNU Tetapkan Jadwal Muktamar ke-35 Agustus 2026, NTB hingga Jatim 'Berebut' Jadi Tuan Rumah
-
Pengamat UMY Sebut Prabowo Rugi Besar Jika 'Pelihara' Homeless Media: Itu Membodohi Publik
-
Talkshow di SMAN 9 Gowa, Ketum TP PKK Dorong Siswa Kembangkan Bakat dan Potensi Diri
-
Jejak Pelarian Pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo Pati Berakhir di Wonogiri, Muka Lesu Tangan Diborgol
-
Letjen Robi Herbawan Ditunjuk Jadi Kabais TNI
-
Isu Persija vs Persib Tergusur Acara GRIB Jaya, Pramono: Saya Tidak Mau Berspekulasi