Suara.com - Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan menyebut ada 155 direktur dan komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang belum menyerahkan LHKPN.
"Memang masih ada 155 direktur dan komisaris di BUMN yang belum lapor," kata Pahala ditemui wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selasa (24/7/2023).
Disebut Pahala, meski tinggkap kepatuhan pelaporan LHKPN BUMN sudah mencapai 99,5 persen, namun masih terdapat enam BUMN yang masuk dalam kategori buruk.
"Tapi masih ada 155 orang lagi yang belum lapor. Nah ini enam BUMN dengan kepatuhan terburuk," ujar Pahala.
Oleh karenanya, Pahala meminta Menteri BUMN Erick Thohir untuk memperhatikan enam BUMN tersebut.
"Tolong disampaikan sama Pak Menteri (Erick Thohir), enam yang terburuk ini kalau bisa segera. Lainnya relatif baik, tapi masih ada 155 orang lain yang belum," kata Pahala.
Adapun enam BUMN tersebut dan presentase kepatuhannya yaitu:
- PT Pengembangan Pariwisata 28,13 persen
- PT Dok dan Perkapalan Surabaya 33,33 persen
- PT Boma Bisma Indra 38,46
- PT Dirgantara Indonesia 45,45 persen
- PT Aviasi Pariwisata Indonesia 50 persen
- PT Indah Karya 53,85 persen
Berita Terkait
-
Duduk di Jok Belakang, Jokowi Dianggap Gerindra Tebarkan Sinyal Dukungan ke Prabowo-Erick Thohir Saat Naik Maung
-
Hadiah Senilai Rp 162 Miliar Jadi Masalah, KPK Ungkap Menpora Dito Segera Revisi LHKPN Rp 282 Miliar
-
Jokowi dan Iriana Jadi Penumpang, Prabowo-Erick Thohir Sigap Lakoni Sopir dan Pengawal Pakai Maung
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?