Suara.com - Mantan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) menilai Partai Golkar agak telat dalam mengambil langkah politik terkait pencapresan 2024.
Keterlambatan mengambil langkah itu menurut JK karena pengurus partai berlambang pohon beringin ini terlalu bergantung pada koalisi. Padahal menurutnya, apabila Golkar dapat memperoleh posisi calon wakil presisen maka itu akan berpengaruh pada elektabilitas Golkar.
“Sebagai partai besar yang mempunyai kemampuan atau partai kedua terbesar yang mempunyai kemampuan kekuasaan itu apabila menjadi wakil maka Golkar punya peluang untuk menaikkan suaranya," kata JK di Kompleks Parlemen Senayan
Karena itu, JK meminta Partai Golkar untuk menjadi partai mandiri yang tidak terlalu begantung pada koalisi dalam mengambil langkah politik.
"Golkarnya sendiri agak telat atau sangat tergantung pada koalisi-koalisinya. Harusnya partai itu bisa mandiri. Secara demokrasi bahaya kalau begini terus ketika partai tidak bisa mandiri, beda partainya diganggu lagi, maka makin kacau republik ini," ujar JK.
Sebelumnya, JK meminta Golkar tetap solid demi menghadapi Pemilu 2024 yang sudah di depan mata. Hal ini ditegaskan JK menjawab tentang wacana Munaslub.
Diketahui wacana Munaslub tersebut muncul untuk mengganti Airlangga Hartarto dari jabatan Ketua Umum. Menanggapi itu JK justru meminta kader Golkar untuk menghormati mandat yang telah diberikan kepada Airlangga.
“Dalam situasi yang krisis ini artinya dalam waktu yang singkat (menuju) Pemilu, bersatu lah. Bagaimana bisa menang kalau pecah maka harus bersatu. Karena Airlangga sudah diberikan mandat maka hormati itu. Jangan golkar dilibatkan dalam situasi yang sulit," kata JK uai menjadi keynote spech di acara “Anak Muda Untuk Politik” di Kompleks DPR Senayan, Senin (31/7/2023).
JK lantas menegaskan penolakannya terhadap wacana Munaslub. JK bwrujar Munaslub malah akan menjatuhkan marwah Partai Golkar sebagai partai besar dan peraih suara terbanyak kedua pada pilpres 2019.
Baca Juga: Minat Jadi Ketum Golkar? Kata Jusuf Kalla Modalnya Rp 600 Miliar
Pasalanya, menurut dia, dalam keadaan solid saja Partai Golkar belum tentu menang, apalagi jika sampai terpecah.
“Sangat tidak setuju dengan Munaslub karena itu akan menjadikan marwah Golkar sebagai partai besar dan pemenang suara terbanyak kedua," kaya JK.
"Jadi siapa pun harus memahami itu bahwa ini soal organisasi harus bersatu. Yang penting itu kita bersatu supaya kita bisa terpilih baik eksekutif maupun legislatifnya. Bersatu saja belum tentu menang apalagi kalau tidak bersatu," tandasnya.
Berita Terkait
-
Wanti-wanti Jusuf Kalla: Jangan Libatkan Golkar dalam Situasi Sulit, Seluruh Kader Harus Solid
-
Jusuf Kalla Tegaskan Tolak Wacana Munaslub Golkar untuk Gantikan Airlangga Hartarto
-
Dibanding Golkar, Jusuf Kalla Sebut Buat Jadi Ketum di PDIP dan NasDem Tidak Perlu Keluarkan Ongkos Tinggi
-
BREAKING NEWS! Jusuf Kalla Minta Golkar Tetap Solid dan Mandiri, Tolak Munaslub
-
Survei Anies Selalu Rendah, Jusuf Kalla: Tapi Menang
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
3 Zodiak yang Beruntung dan Punya Nasib Baik 12 Agustus 2026, Keinginan akan Terwujud
-
Total 3 WNI Jadi Korban Serangan Bom Drone Houthi Yaman di Selat Bab Al Mandeb
-
ABK WNI Tewas Diserang Kelompok Houthi di Selat Bab Al Mandeb
-
WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali
-
Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi