Suara.com - Serangan Hamas ke wilayah Israel pada Sabtu (7/10/2023) pekan lalu ikut menyasar para buruh migran dari beberapa negara. 12 warga Thailand dilaporkan tewas jadi korban.
Sementara 11 warga Thailand lainnya yang bekerja kebanyakan bekerja di bidang pertanian Israel dinyatakan hilang diduga diculik dan disandera. Sementara 8 orang Thailand lainnya dilaporkan terluka, kata Kementerian Luar Negeri Thailand, sebagaimana dilansir BBC.
Dalam keterangannya, pihak Kemenlu Thailand menyatakan telah mempersiapkan pesawat angkatan udara untuk mengangkut warganya kembali ke Thailand.
Setidaknya 30.000 warga Thailand di Israel bekerja di bidang pertanian, yang kebanyakan lokasinya berada di perbatasan Gaza.
Selain Thailand, pemerintah Nepal mengatakan sebanyak 10 warganya tewas akibat serangan Hamas ke wilayah Israel.
Negara lain yang melaporkan warganya tewas, diculik, atau hilang dalam rangkaian aksi kekerasan di Israel adalah Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman.
Menteri Tenaga Kerja Thailand, Phiphat Ratchakitprakarn, mengatakan kepada kantor berita AFP, bahwa sekitar 5.000 warganya yang menjadi buruh migran di Israel berada di wilayah pertempuran. Namun, pasukan Israel mulai memindahkan mereka ke tempat yang lebih aman.
Phiphat menambahkan, bahwa 1.099 buruh migran telah terdaftar untuk kembali ke Thailand.
Para buruh migran peternakan di Mivtahim, kota dekat Jalur Gaza, menuturkan bagaimana kelompok milisi Hamas menyerbu tempat mereka bekerja setelah roket-roket ditembakkan pada Sabtu dini hari.
Baca Juga: Kronologi Pasukan Hamas Bobol Pertahanan 'Kubah Besi' Israel Di Hari Sabat Yahudi
Buruh migran Thailand lainnya mengatakan kepada BBC: "Saya berlari dan merangkak ke kolong sebuah truk, kemudian personel Hamas menarik saya keluar dan menodongkan pistol ke arah saya dari jarak dekat, sebelum menembak ke bawah."
Buruh migran yang menolak disebutkan namanya itu, kemudian berhasil melarikan diri.
Wanida Maarsa mengatakan kepada BBC Thailand, bahwa suaminya, Anucha Angkaew - yang bekerja di perkebunan alpukat hampir dua tahun - menjadi salah satu korban penculikan Hamas.
Dia muncul di sebuah video yang dirilis Hamas pada akhir pekan lalu. "(Pria yang ada di video) itu benar-benar dia," katanya.
"Saya tak bisa menghubunginya sejak pukul 02:00 waktu Bangkok (Jumat pukul 19:00 GMT). Saya terakhir berbicara dengannya sebelum putri kami tidur," tambah Wanida.
Buruh migran dari 50 negara diperkirakan bekerja di Israel.
Berita Terkait
-
Kronologi Pasukan Hamas Bobol Pertahanan 'Kubah Besi' Israel Di Hari Sabat Yahudi
-
Kisah Orang Terkaya Palestina: Berjuang Lawan Israel, Dedikasikan Hidup Dan Kekayaan Di Gaza
-
Tak Ada Listrik, Makanan Hingga Bahan Bakar: Israel Kepung Total Jalur Gaza, Korban Tewas Terus Bertambah
-
Perang Israel-Palestina, Ketua PBNU: Hentikan Kekerasan di Wilayah Keduanya
-
Konflik Israel-Palestina Makin Memanas, Tiga Negara Timur Tengah Kompak Salahkan Israel
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement
-
Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok
-
PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya
-
1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa
-
3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia
-
Rotasi Pasmar 1: Kolonel Sri Utomo Pimpin Brigif 1, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti
-
Usai Diperiksa 7 Jam, Febrie Adriansyah Bungkam soal Kasus Emas 74 Kilogram
-
Suzuki XL7 Tampil Perkasa di GIIAS 2026
-
Profil Wasit VAR Pansa Chaisanit yang Batalkan Kartu Merah Song Ui-young Laga Indonesia vs Singapura
-
UGM Nonaktifkan Elda Putri dari PPDS 3 Bulan Imbas Komentar Merendahkan Pasien BPJS