Isu Haji Isam Caplok BCA Usai Borong Saham BYAN, Ini Kronologinya

Jum'at, 25 September 2026 | 17:44 WIB
Sosok Haji Isam atau Syamsudin Andi Arsyad, Crazy Rich Kalimantan Selatan (instagram/lianajhonlin12)
BACA 10 DETIK
  • Manajemen PT Bank Central Asia Tbk membantah keras isu rencana akuisisi saham oleh pengusaha Haji Isam.
  • Jhonlin Group melalui kuasa hukumnya menegaskan bahwa kabar pencaplokan saham BCA tersebut adalah informasi palsu.
  • PT Jhonlin Baratama justru mengakuisisi 30 persen saham PT Bayan Resources Tbk pada September 2026.

Suara.com - Pasar modal tanah air belakangan ini dihebohkan oleh spekulasi yang menyebutkan bahwa pengusaha kondang Andi Syamsuddin Arsyad, atau yang lebih dikenal luas dengan sapaan Haji Isam, berencana akusisi saham PT Bank Central Asia Tbk (kode saham: BBCA). 

Merespon kabar yang bergulir tak terkendali tersebut, manajemen PT Bank Central Asia Tbk akhirnya angkat bicara untuk meluruskan kesimpangsiuran informasi. Pihak bank swasta terbesar di Indonesia ini dengan tegas membantah seluruh narasi yang mengaitkan perseroan dengan rencana pencaplokan oleh bos Jhonlin Group tersebut.

"Menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait adanya rencana aksi korporasi tertentu terhadap BCA, dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar," kata EVP Corporate Communication & Social Responsibility BBCA Hera F. Haryn dalam keterangan tertulisnya.

Hera menekankan bahwa komitmen utama perseroan saat ini adalah terus menjalankan kegiatan operasional perbankan dengan standar tinggi. BCA memastikan setiap langkah bisnisnya selalu mengedepankan keamanan dana nasabah, menjaga integritas korporasi, serta mematuhi seluruh regulasi dari otoritas terkait.

"BCA senantiasa beroperasi berdasarkan prinsip kehati-hatian, berintegritas, dan sesuai regulasi yang berlaku," tandasnya.

Klarifikasi Resmi dari Pihak Jhonlin Group

Sejalan dengan bantahan dari pihak BBCA, Kuasa Hukum Jhonlin Group, Junaidi Tirtanata, turut memberikan pernyataan tegas di ruang publik. Ia memastikan bahwa kabar burung mengenai rencana akuisisi raksasa perbankan BCA oleh Haji Isam adalah informasi palsu alias hoaks.

Junaidi menegaskan bahwa hingga saat ini, tidak pernah ada pernyataan resmi, baik dari manajemen internal Jhonlin Group maupun dari pihak-pihak berkepentingan lainnya, yang mengarah pada manuver ke sektor perbankan.

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pelaku pasar modal, agar tidak mudah menelan mentah-mentah informasi yang berseliweran di berbagai platform digital. Setiap informasi krusial terkait aksi korporasi harus selalu dirujuk pada sumber resmi yang memiliki kredibilitas dan dapat diverifikasi kebenarannya melalui jalur keterbukaan informasi bursa.

Fakta Sebenarnya: Caplok 30 Persen Saham Bayan Resources

Penelusuran lebih lanjut terhadap dinamika pasar membuktikan bahwa nama Haji Isam dan entitas Jhonlin Group memang sedang hangat diberitakan terkait aksi korporasi berskala raksasa.

Namun, target ekspansi bisnis triliuner asal Kalimantan Selatan tersebut sama sekali tidak menyentuh sektor perbankan seperti BBCA. Arah investasi Jhonlin justru tertuju pada sektor pertambangan batu bara, tepatnya dengan mengakuisisi kepemilikan di PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa Haji Isam melalui sayap perusahaannya, PT Jhonlin Baratama, baru saja mengakuisisi 30 persen dari total saham BYAN yang beredar di bursa.

Transaksi bernilai fantastis ini telah diumumkan secara transparan oleh manajemen BYAN melalui saluran keterbukaan informasi pada pertengahan September 2026.

Dalam dokumen keterbukaan tersebut, PT Jhonlin Baratama dilaporkan telah menyepakati perjanjian jual beli saham bersyarat dengan taipan Low Tuck Kwong beserta putrinya, Elaine Low.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com