Suara.com - Tiga tahun terakhir merupakan masa-masa sulit bagi pedagang di Pasar Tanah Abang, khususnya di kawasan Blok B. Pusat grosir terbesar tanah air yang biasanya ramai pembeli yang datang, kini sepi melompong.
Firman (38) dan rekannya, Rofiq (39) menyebut masa-masa sekarang ini, tahun terberat sepengalamannya berjualan busana muslim anak di pasar terbesar se-Asia Tenggara itu.
Firman mengaku, sejak 2020 penjualannya merosot tajam lantaran pandemi Covid-19. Pemerintah melakukan pembatasan kegiatan masyarakat sehingga pembeli yang datang ke kiosnya menurun drastis.
Bahkan, Pasar Tanah Abang juga sempat demi mencegah penyebaran Covid-19.
Begitu pemerintah mencabut aturan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Firman mengakui dagangannya kembali ramai.
"Sempat naik (penjualan) habis pandemi, kan sudah nggak ada pembatasan," ujar Firman saat ditemui Suara.com di kiosnya, Selasa (10/10/2023).
Baru mulai bangkit setelah dihantam Pandemi Covid-19, Firman dan Rofiq kembali menemui masalah baru, yakni persaingan dengan platform social commerce yang mendadak melejit digandrungi masyarakat, Tiktok Shop. Firman mengakui penjualannya kembali menurun usai kedatangan aplikasi asal China itu.
"Ibaratnya luka ini kan belum kering benar. Udah sebulan kita begini. Saya belajar usaha dari 2013 sampai sekarang, ini yang paling berat tahun ini," ucap Firman.
"Wah ini lebih dari pandemi. Nyari omzet kadang saya dapat sejuta per hari, ini boro-boro. Ini kemaren saja nggak laris," tuturnya.
Bahkan, lebaran Idul Fitri yang biasanya menjadi momen dagangan laris malah tetap sepi.
"Jadi kami bingung sekarang. Dulu ada momen, ketahuan kapan mulai rame, misalnya menjelang lebaran. Sekarang nggak nentu," ungkapnya.
Firman mengatakan, faktor utama pedagang pasar kalah saing dengan Tiktok Shop lantaran masalah harga. Para penjual di platform social commerce itu dikatakannya menjual dengan harga jauh lebih murah.
"Sekarang gini, bahan saya jualan sama kayak impor misalnya. Kita jual grosir Rp115 ribu. Di Tiktok atau online lain itu di bawahnya, bisa Rp70 ribu. Kita hitung produksi biayanya nggak ketemu," ucap Firman.
Selain itu, ia melihat ada faktor pendapatan masyarakat yang juga menurun. Ia menduga salah satunya seperti musim kemarau panjang yang membuat gagal panen di sejumlah daerah.
"Faktor kemarau juga ada. Kalau daerah kan gagal panen, nggak punya duit. Terus juga sekarang online berpengaruh besar," katanya.
Kendati demikian, Firman menyebut kebijakan pemerintah menghapus Tiktok Shop belum bisa langsung terasa dampaknya. Ia pun berharap dalam waktu dekat masyarakat bisa kembali meramaikan Pasar Tanah Abang untuk berbelanja.
"Belum, nanti ngaruh sebulan dua bulan mungkin ya," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Heboh Pedagang Pasar Tanah Abang vs E-Commerce, Viral Keluhan Mahalnya Bayar Parkir Liar dan Pungli Tanah Abang!
-
Pedagang Pasar Tanah Abang Ngeluh E-commerce, Mendag Zulhas: Nggak Bisa Hindari Platform Digital
-
Pedagang Pasar Konvensional vs E-commerce, Kenapa Konsumen Tetap Ogah ke Pasar Meski TikTok Shop Ditutup?
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri
-
Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia
-
Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan
-
Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump
-
Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online
-
Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i
-
DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI
-
Sapi Kurban Pak Suardi 'Ngambek' Saat Mau Dipotong, Damkar DKI Sampai Turun Tangan
-
Tipu-Tipu 'Paranormal Sakti' di Duren Sawit, Motor Korban Raib Usai Ritual Paku
-
Vila dan Homestay Wajib Punya NIB Mulai 1 Agustus, yang Ilegal Bakal Dicoret dari Aplikasi