Suara.com - Kepolisian bakal mendalami bau mesiu yang sempat tercium pasca ledakan di sebuah rumah yang sedang renovasi di Jalan Prahu, Guntur, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (19/10/2023).
Sebelumnya berdasarkan penuturan sejumlah warga tercium bau mesiu usai ledakan yang menewaskan satu orang pekerja berinisial A.
"Ya nanti kami akan dalami," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Ade Ari ditemui Suara.com di lokasi.
Selain itu polisi juga bakal mendalami keterkaitannya dengan peristiwa ledakan pada 2003, yang disebut sejumlah warga terjadi masih sekitar lokasi kejadian.
"Nanti kami cek, kami belum dengan informasinya," ujarnya.
Sampai saat ini proses olah tempat kejadian perkara atau TKP masih berlangsung, jenazah juga sudah dievakuasi.
Ade mengungkapkan kejadian berawal saat korban A sedang melakukan menggali tanah untuk membuat pondasi. Saat itu dia menemukan benda bulat berwarna putih.
"Korban memukul benda tersebut dan akhirnya menimbulkan ledakan,” tuturnya.
Selain korban meninggal, terdapat tiga korban luka. Sampai saat ini penyebab pastinya masih diselidiki kepolisian. Tiga korban selamat turut diperiksa saksi.
Baca Juga: Ledakan di Rumah Kawasan Setiabudi, Gegana Turun Tangan 1 Orang Tewas
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Kronologi BEM FH UBK Diinterogasi, Diduga Terima Uang Usai Bertemu Wapres Gibran
-
Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia
-
Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG