Suara.com - Komisaris PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok rampung menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk mantan Direktur Utama Pertamina Galaila Karen Agustiawan yang telah berstatus tersangka dalam kasus korupsi yang merugikan negara Rp2,1 triliun.
Dia diperiksa kurang lebih 6 jam di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta pada Selasa (7/11/2023). Setelah tiba di KPK pada pukul 09.00 WIB dan keluar sekitar pukul 15.36 WIB.
Setelah menjalani pemeriksaan, Ahok enggan mengungkap materi pemeriksaan yang ditanyakan penyidik KPK.
"Pemeriksaan tanya ke penyidik. Ini urusan jadi saksi buat masalah Ibu Karen. Itu saja sih," kata Ahok.
Ketika dimintai tanggapan soal dua kasus korupsi di Pertamina yang saat ini bergulir di KPK, Ahok mengatakan ada banyak kasus lain. Namun, dia tidak menjelaskan secara detail.
"Nanti tanya ke penyidik, tapi kayaknya KPK pegang kasus banyak tuh," kata Ahok.
Diketahui, ada dua kasus korupsi di Pertamina yang belakangan terungkap. Pertama terkait kasus yang menjerat Karen dan terbaru perkara korupsi pengadaan katalis dengan empat orang yang jadi tersangka.
Disebutnya, setiap ada temuan yang mengarah korupsi, mereka petinggi di Pertamina dipastikannya melapor ke BUMN.
"Nah ada beberapa kami minta direksi laporkan ke aparat penegak hukum. Gitu saja sih pasti," imbuhnya.
Baca Juga: Usai Dilantik Sebagai Deputi Penindakan KPK yang Baru, Rudi Setiawan Bicara Tentang OTT
Dalam kasus korupsi di Pertamina, Karen diduga merugikan negara sekitar USD140 juta yang ekuivalen dengan Rp2,1 triliun.
Hal itu terjadi karena saat menjabat sebagai Dirut Pertamina periode 2009-2014, Karen mengambil keputusan sepihak menjalani kerja sama dengan Corpus Christi Liquefaction (CCL) LLC Amerika Serikat untuk pengadaan liquefied natural gas (LNG).
Kerja sama untuk pengadaan LNG dilakukan Karen, tanpa melalui kajian dan melapor ke Dewan Komisaris PT Pertamina Persero. Atas hal itu seluruh kargo LNG yang dibeli tidak terserap di pasar domestik, dan akhirnya dijual rugi ke pasar internasional.
Berita Terkait
-
Usai Dilantik Sebagai Deputi Penindakan KPK yang Baru, Rudi Setiawan Bicara Tentang OTT
-
Jumlah Tersangka Kasus Korupsi yang Seret Nama Wamenkumham Eddy Hiariej Lebih dari Satu Orang, KPK: Gak Mungkin Sendiri
-
Komisaris Utama Pertamina Ahok Diperiksa KPK Terkait Korupsi LNG Rp2,1 T
-
KPK Periksa Ahok Hari Ini, Kasus Apa?
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Sudaryono Geram MBG Disebut Habiskan Uang Negara: Tanpa Program Ini Sekolah Rusak Tetap Banyak
-
Unai Emery Senang Kembali ke Indonesia, Aston Villa Siap Suguhkan Permainan Terbaik di GBK
-
DPR Sentil OPK BPJS-TK Jalan di Bara Api: Materi Tak Relevan Tak Perlu
-
DPRD DKI Kebut Penyelesaian 220 Ribu Berkas Tanah, Sertifikat Warga Jadi Taruhan
-
Wali Kota Bandung Ngamuk Gegara Penebangan Pohon: Jangan Ketawa Lu, Gue Segel Ini Tempat!
-
Bela Prabowo soal 'Londo Ireng', Hasan Nasbi: Yang Dimaksud Kelompok Pembuat Gaduh
-
Geger! Penemuan Mayat Terendam di Cianjur, Berawal dari Sepasang Sepatu Bot
-
BGN Curiga Ada Oknum di Balik Dana Rp311,2 Miliar Nyasar ke Rekening SPPG Bermasalah
-
Reuni Taufik Hidayat vs Lin Dan di Jakarta! 7 Peraih Emas Olimpiade Ramaikan Shuttle Open 2026
-
Heboh Isu Nikita Mirzani Diintimidasi di Penjara, Pihak Rutan Buka Suara