Suara.com - Penutup gorong-gorong di underpass Mampang Prapatan, Jakarta Selatan belakangan dikeluhkan masyarakat lantaran bikin macet kendaraan yang melintas. Sebab, terdapat salah satu bagian yang memiliki lubang besar dan tak bisa dilintasi kendaraan.
Menanggapi hal itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan pihaknya telah melakukan perbaikan. Ia menyebut ada bagian penutup gorong-gorong itu memang rusak dan hilang.
"Saat ini sudah diperbaiki (penutup dari gorong-gorong) yang rusak," ujar Heru saat dikonfirmasi Suara.com dan wartawan lain, Senin (13/11/2023).
Heru tak menjelaskan rinci soal penyebab dari hilangnya bagian penutup saluran air itu. Namun, ia menyebut akibat dari hilangnya besi maka ada bagian penutup yang rusak.
"Kerusakannya itu terjadi pada steel grating," kata Heru.
Diketahui, unggahan di akun X resmi @tmcpoldametrojaya, setidaknya ada lima batang besi penutup saluran air yang hilang. Petugas kepolisian pun melakukan penutupan dengan barrier sebagai penanda bagi pengendara yang melintas.
Akibat kondisi tersebut, arus lalu lintas dari Mampang Prapatan mengarah ke kawasan Kuningan, Jakarta Selatan macet pada Senin pagi.
"Terdapat lubang gorong-gorong yang rusak di Underapass Mampang menuju arah Kuningan. Situasi arus lalu lintas menjelang lokasi terpantau padat," demikian informasi di akun @tmcpoldametro.
Baca Juga: PAM Jaya Luncurkan Hotline Center Baru 1500-223, Satu Nomor untuk Layani Semua Warga Jakarta
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?
-
Noel Ngaku Dilarang Ungkap Partai K: Benernya Lidah Gue Mau Ngomongin Hari Ini
-
Prabowo Sentil Bogor Semrawut Banyak Spanduk, Wawako Jenal: 61 Baliho Sudah Kami Bongkar
-
Saksi Kasus Noel Ebenezer Ungkap Ada 4 Orang dari Kejagung Minta Duit Masing-masing Rp 1,5 Miliar