Suara.com - Deddy Corbuzier bongkar soal gaji yang ia terima dari TNI. Hal ini diungkap Deddy di podcast kanal Youtube miliknya bersama eks Kasad, Jenderal (Púrn) Dudung Abdurahman.
Pembahasan gaji Deddy ini berawal saat menjelaskan soal kesejahteraan gaji para prajurit yang jadi isu politik pada debat ketiga Pilpres 2024 beberapa waktu lalu.
Dudung menjelaskan bahwa Deddy Corbuzier, ia masukkan ke dalam struktur organisasi TNI, Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Dispenad).
Baca Juga:
Tarik Suara Anak-anak Muda, Ganjar Iming-imingin Ini ke Kalangan Milenial hingga Gen Z
Kutuk Penurunan Paksa Videotron Aniesbubble Di Bekasi, Timnas AMIN: Kuat Dugaan Dilakukan Penguasa!
"Makanya mas Deddy saya masukan struktur di organisasi Dispenad. Makanya gajinya kan dari situ gajinya," kata Dudung seperti dikutip, Rabu (17/1).
"700 ribu," jawab Deddy soal jumlah gajinya. "700 ribu, udah bagus sekali itu," ungkap Dudung sembari tertawa.
"Lagi saya tabung pak," kata Deddy lagi. "Itu tiap hari 700 ribu?" tanya Dudung yang langsung dibantah oleh Deddy Corbuzier.
Baca Juga: Ledek Dagu Deddy Corbuzier, Adab Catheez Bikin Vidi Aldiano Geleng-Geleng
"Setahu saya 700 ribu itu satu bulan. Dengan OB yang di dalam (TNI), masih banyak (gaji) OB," jelas Dudung.
Jika dibandingkan, gaji Deddy di TNI masih kurang Rp35 ribu untuk menyicil motor Mio. Sekedar informasi, cicilan Yamaha Mio M3 Rp 735 ribu per bulan dengan tenor 35 bulan
Di podcast Deddy Corbuzier itu, Dudung juga sempat mengungkap keinginannya untuk terjun ke partai politik.
Dudung mengatakan bahwa sebagai jenderal bintang empat, ia melihat di situasi politik seperti sekarang, sebagai patriot dirinya tergerak untuk nantinya akan terjun ke partai politik.
"Kok seperti ini (situasi politik sekarang), menurut saya kan. Dan memang hanya bintang empat, selesai begitu saja, berkontribusi kepada bangsa dan negara ini kalau kita tidak masuk ke dunia politik, tidak mungkin, kan salurannya tidak ada" kata Dudung.
"Yang menentukan republik ini ada tiga, ada eksekutif, legislatif dan partai politik. Dan tentu juga yudikatif. Tapi yang lebih dominan ini partai politik," sambungnya.
Berita Terkait
-
Ledek Dagu Deddy Corbuzier, Adab Catheez Bikin Vidi Aldiano Geleng-Geleng
-
Terjawab, Ternyata Ini Penyebab Bentuk Dagu Deddy Corbuzier Berubah seperti Squidward
-
Tumor Menyebar, Deddy Corbuzier Ungkap Cerita Pilu di Balik Perubahan Bentuk Dagu
-
Bikin Heran, Deddy Corbuzier Jagokan El Rumi saat Tanding Tinju Lawan Azka
-
Panglima TNI Bertemu Menpan RB Azwar Anas, Usul Tukin Prajurit Naik jadi 80 Persen
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Mudik Aman dan Nyaman, BPJS Kesehatan Sediakan Layanan Gratis Bagi Pemudik
-
Siti Maimunah: Perlawanan Perempuan di Lingkar Tambang Adalah Politik Penyelamatan Ruang Hidup
-
Jusuf Kalla Ingatkan Dampak Perang Iran-Israel, Subsidi Energi dan Rupiah Terancam
-
Singgung KUHAP Lama, Kejagung Buka Peluang Kasasi atas Vonis Bebas Delpedro Cs
-
Selama Ramadan, Satpol PP DKI Temukan 27 Tempat Hiburan Malam Langgar Jam Operasional
-
Komnas HAM: Teror Air Keras ke Andrie Yunus Serangan terhadap HAM
-
Pecah Kongsi! AS Beri Waktu Seminggu ke Israel Selesaikan Perang Lawan Iran