Suara.com - Pegiat media sosial, Denny Siregar menyoroti program Capres dan Cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang terus menyuarakan makan gratis.
Denny Siregar pun membandingkan dengan Progam Ganjar-Mahfud yang mementingkan internet gratis hingga pelosok daerah di Indonesia.
"Kenapa makan gratis lebih penting daripada internet gratis?," tulis Denny Siregar dikutip dari akun media sosial X miliknya pada Salasa (6/2/2024).
Menurutnya program makan gratis bisa memberikan dampak buruk dan membuka kesempatan kalangan para pengusaha bisa memperkaya diri.
"Karena makan gratis bisa memberikan proyek-proyek impor pangan yang menguntungkan sebagian orang," tulis Denny Siregar.
Sontak saja hal itu pun langsung memancing netizen untuk memberikan komentar.
"Menguntungkan kroni²nya dan mensejahterakan kroni²nya. Rakyat objek cuan!" tulis netizen.
"internet gratis. biar semua pada pintar2 dalam mencari informasi. mana yg benar dan hoax... semakin pinter. berarti semakin susah di adu domba dqn di tipu/di kadalin ama orang," tulis netizen.
"Jelas2 program makan siang gratis prbowo - Gibran untuk bumil dan anak2 , tapi sama Ganjar di pelintir seolah2 hnya untuk anak saja,,, sok ngajari Prabowo hnya demi mengemis suara publik," tulis netizen.
Baca Juga: Rugi Dong! Survei Prabowo-Gibran Bagus, Arie Kriting: Malah Mau Dirusak dengan Foto Editan
Diketahui, pasangan calon Prabowo-Gibran memiliki progam unggulan salah satunya adalah makan gratis atau perbaikan gizi untuk anak-anak dan rakyat miskin.
Sementara Ganjar-Mahfud memiliki program Internet Gratis hingga ke pelosok daerah di Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?
-
Noel Ngaku Dilarang Ungkap Partai K: Benernya Lidah Gue Mau Ngomongin Hari Ini
-
Prabowo Sentil Bogor Semrawut Banyak Spanduk, Wawako Jenal: 61 Baliho Sudah Kami Bongkar