- Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, mendesak Kemenkes menginvestigasi kematian dr. Myta Aprilia Azmy di RS K.H. Daud Arif.
- DPR menuntut audit investigasi transparan untuk membuktikan dugaan kelalaian rumah sakit akibat pemaksaan praktik saat dokter dalam kondisi sakit.
- Pemerintah didesak memproses hukum pelaku jika terbukti melakukan kelalaian serta mewajibkan pemeriksaan medis menyeluruh bagi seluruh dokter peserta internship.
Suara.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, merespons keras peristiwa meninggalnya dr. Myta Aprilia Azmy, seorang dokter peserta program internship (magang) di RS K.H. Daud Arif, Jambi.
Yahya mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh atas tragedi tersebut.
Yahya menyampaikan duka cita mendalam sekaligus memberikan enam poin tuntutan tegas kepada pemerintah agar kasus ini diusut secara tuntas dan transparan.
“Pertama, saya selaku Anggota DPR RI menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya dr. Myta Aprilia Azmy dokter internship di Jambi, yang meninggal sewaktu menjalankan tugas,” ujar Yahya kepada wartawan, Senin (4/5/2026).
Politisi Partai Golkar ini meminta Kemenkes tidak sekadar mengevaluasi secara teknis, tetapi melakukan audit investigasi untuk mencari tahu apakah ada unsur kesalahan prosedur atau kelalaian dari pihak rumah sakit.
“Kedua, meminta Kemenkes melakukan audit investigasi atas kasus tersebut, untuk mengetahui penyebab kematian dari yang bersangkutan. Ketiga, memberikan sanksi yang tegas kepada pihak-pihak yang terbukti terlibat melakukan kesalahan atas musibah tersebut,” tegasnya.
Ia menyoroti informasi yang beredar bahwa dr. Myta diduga mengalami kelelahan ekstrem karena dipaksa tetap praktik meski kondisi kesehatannya sedang menurun. Ia menuntut agar hasil investigasi dibuka secara gamblang kepada masyarakat.
“Keempat, membuka kasus tersebut ke publik secara transparan, jangan ada yang ditutup2i. Karena informasinya ybs sudah menderita sakit tetapi dipaksa untuk tetap praktek. Diduga ybs mengalami kelelahan. Masyarakat harus mendapatkan akses secara luas terhadap audit yang dilakukan,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa jika ditemukan adanya unsur kelalaian yang berujung pada kematian, maka hal tersebut harus dibawa ke ranah hukum.
Baca Juga: Anggota DPR Kecam Dugaan Pelecehan Seksual di Ponpes Pati, Desak Pelaku Segera Ditangkap
“Kelima, jika terdapat indikasi pidana akibat kelelaian sehingga menyebabkan kematian segera diproses secara hukum,” tegas Yahya.
Sebagai langkah preventif di masa depan, Yahya mendesak Kemenkes untuk memperketat prosedur kesehatan bagi para dokter sebelum mereka diterjunkan ke lokasi tugas magang melalui pemeriksaan medis yang komprehensif.
“Keenam, mendesak kemenkes melakukan medical check up terhadap dokter peserta internship sebelum mereka ditugaskan ditempat tugasnya. Untuk memastikan bahwa dokter internship tersebut benar-benar sehat, tidak mengidap penyakit yang membahayakan,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Puan Desak Sanksi Tegas bagi Predator Seksual Anak: Negara Tidak Boleh Mentoleransi Sedikitpun
-
Commuter Line Lumpuh di Jam Pulang Kantor, Penumpang Terjebak di Antara JurangmanguPondok Ranji
-
Dinkes Yogyakarta Temukan Belasan Korban Little Aresha Alami Speech Delay dan Gizi Buruk
-
Viral Anggaran Sepatu Sekolah Rakyat Diduga Rp 700 Ribu per Pasang, KPK Lakukan Kajian
-
Cak Imin Andalkan UMKM dan Ekraf Tekan Kemiskinan hingga 5 Persen
-
Aksi 4 Mei: Kala Mahasiswi Pertanyakan Nurani Penguasa Soal Nasib Guru Honorer
-
India di Ambang 'Kiamat' Energi karena Perang AS - Iran, Udara Tercemar Parah karena Ini
-
Terkuak! Ini Alasan Sopir Pajero Kabur Usai Tabrak Tukang Buah di Kalimalang hingga Luka Serius
-
Mendagri Tekankan 3 Rambu Utama Penguatan Perpukadesi
-
Tak Mau Ambil Risiko 'Barang Mewah' Disalahgunakan, Polda Jatim Musnahkan 22 Kg Kokain Kolombia!