Suara.com - Media sosial sedang diramaikan dengan istilah-istilah unik seperti "Ilmu Padi" dan "Manyala Abangku". Bahkan istilah ini sempat menjadi trending topic di Twitter.
Apa sih arti di balik istilah-istilah ini? sebelum mengetahui artinya perlu diketahui asal muasal istilah yang lagi ramai digunakan. Munculnya kedua istilah "Ilmu Padi" dan "Manyala Abangku" ini sangat familiar digunakan oleh para pecinta sepak bola di Indonesia.
Istilah ini sering digunakan di kolom komentar media sosial untuk memuji atau menunjukkan rasa hormat kepada pemain lain. Secara makna "Ilmu Padi" mengacu pada filosofi tanaman padi yang semakin berisi, semakin merunduk. Artinya menggambarkan sikap rendah hati seseorang meskipun telah mencapai banyak prestasi.
Sementara makna dari "Manyala Abangku" adalah plesetan dari "Menyala Abangku", yang berarti "Bercahaya Abangku". Artinya sebagai pujian untuk menunjukkan kekaguman terhadap seseorang.
Meskipun dipopulerkan oleh pecinta sepak bola, kini istilah tersebut ramai digunakan netizen pada umumnya untuk memberikan komentar di berbagai jenis postingan, baik di Instagram, Twitter, maupun platform media sosial lainnya.
Istilah ini sekarang kerap digunakan untuk menunjukkan kekaguman dan rasa hormat terhadap seseorang, serta mengingatkan kita untuk tetap rendah hati meskipun telah mencapai banyak prestasi.
Selain kedua istilah tersebut, ada istilah lain yang kerap digunakan oleh pecinta sepak bola yang juga viral. Misalnya
"Kelas Abangku"
"Tetap Ilmu Padi"
"Kasih Keras Abangku"
"Tipis-tipis"
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
Singgung Kasus Pertamina, Eks Ketua MK Beberkan Persoalan Besar Penegakan Hukum
-
Desak Dokumen AMDAL RDF Rorotan Dibuka, DPRD DKI: Jangan Ada yang Ditutupi!
-
Diterjang Banjir, Begini Upaya Pulihkan Trauma UMKM Perempuan di Aceh dan Sumatra
-
Mengenal RDF Plant Rorotan: Mesin Pengolah Sampah Jakarta yang Berusaha Keras Hilangkan Bau Busuk
-
Pigai Minta Isu Reshuffle Kabinet Tak Digoreng, Tegaskan Pernyataan Mensesneg Valid
-
Habiskan Anggaran Rp1,3 Triliun, DPRD DKI Sebut Perencanaan RDF Rorotan Tak Matang
-
Diperiksa Bareskrim, Pandji Pragiwaksono Dicecar Puluhan Pertanyaan Soal Ujaran ke Masyarakat Toraja
-
Diduga Cabuli Gadis yang Sedang Pingsan, Guru Besar UIN Palopo Resmi Dinonaktifkan dan 5 Faktanya
-
Ratusan Ribu Pil 'Setan' Disita di Jakbar, Polisi: Pemicu Tawuran dan Kenakalan Remaja
-
Presiden Prabowo Tegaskan Sekolah Rakyat Program Prioritas di Rakornas Pusat - Daerah 2026