Suara.com - Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, menyampaikan permintaan maaf kepada warga Jawa Barat khususnya Kota Bandung atas kemacetan di ruas jalan dan sekitar Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Kamis (8/2/2024).
Stadion GBLA menjadi tempat kampanye Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (Capres-Cawapres) nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Pantauan Suara.com, akses jalan menuju Stadion berkapasitas 38 ribu tempat duduk tersebut tampak dipadati oleh kendaraan simpatisan dan relawan partai pendukung Prabowo-Gibran.
Baca juga:
- Ahok Bongkar Dalang Pemenjaraan Dirinya, Benarkah Sosok Ini?
- Ibu Kota Pindah ke Kaltim, Jokowi Tak Teruskan Cita-cita Soekarno, Ahok: Harusnya Kalteng
- Sudah Ditunggu Di Bandara Sejak Jam 3 Pagi, Anies Terharu Sambutan Masyarakat Manado
Bahkan, di beberapa titik kepadatan terjadi pasalnya, mereka berdatangan ke Stadion GBLA dengan menggunakan berbagai macam jenis kendaraan, mayoritas merupakan kendaraan pribadi hingga bus, yang membuat lalulintas menjadi macet.
Selain itu, ribuan simpatisan dan relawan Capres-Cawapres nomor urut 2 ini, tak hanya berdatangan dari wilayah Bandung Raya saja, namun dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Sampai pukul 16.30 WIB, beberapa kendaraan simpatisan dan relawan Prabowo-Gibran terus berdatangan ke Stadion GBLA untuk menghadiri kampanye dengan tema 'Temu Kader Relawan Prabowo-Gibran'.
"Dan kami minta maaf kepada masyarakat Jabar lalu lintas macet sampai sore ini, karena acara ini," ucapnya.
Selain terjadi kemacetan, di wilayah sekitar Stadion GBLA juga diguyur hujan lebat sekitar pukul 16.00 WIB, sehingga beberapa simpatisan dan relawan yang berada di luar Stadion berteduh di dalam kendaraan dan di bawah pohon.
Baca Juga: Jokowi dan Gibran Disebut Tak Bisa Kerja, Nusron Wahid Serang Balik Ahok
"Sekali lagi, mudah-mudahan ini akan membawa kebaikan bagi kita dan bangsa negara," jelasnya.
Kontributor : Rahman
Berita Terkait
-
Jokowi dan Gibran Disebut Tak Bisa Kerja, Nusron Wahid Serang Balik Ahok
-
Beda Gaji Marcus Gideon Sebagai ASN vs Pebulutangkis, Pantas Berani Tak Netral demi Dukung Prabowo-Gibran
-
Pesta Rakyat Prabowo-Gibran di GBK Terbuka untuk Umum
-
Kampanye Akbar Digelar Bertepatan dengan Imlek, TKN Prabowo Gibran Meminta Maaf pada Warga Tionghoa
-
Di Balik Pernyataan Prabowo, Sahat Simatupang Sebut Ada Kesaksian Yusril soal Gerakan 212
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?
-
Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu
-
KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa
-
Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya
-
Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah