News / Nasional
Sabtu, 10 Februari 2024 | 13:05 WIB
Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo pada kampanye akbar bertajuk Hajatan Rakyat di Benteng Vastenburg untuk menunjukan kekuatan di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (10/2/2024). [Suara.com/Bagaskara]

Jika rakyat pergi

Ketika penguasa pidato

Kita harus hati-hati

Barangkali mereka putus asa


Kalau rakyat bersembunyi

Dan berbisik-bisik

Ketika membicarakan masalahnya sendiri 

Penguasa harus waspada dan belajar mendengar


Bila rakyat berani mengeluh 

Baca Juga: Gus Miftah Sebut Tokoh Budaya Tapi Tak Berbudaya, Sindir Butet Kartaredjasa?

Itu artinya sudah gawat 

Dan bila omongan penguasa

Tidak boleh dibantah

Kebenaran pasti terancam


Apabila usul ditolak tanpa ditimbang

Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan

Dituduh subversif dan mengganggu keamanan 

Maka hanya ada satu kata: lawan!.

Dalam kesempatan yang sama, Ganjar pun merespons apa yang disampaikan Wani tersebut. Ia menyampaikan, jika apa yang disampaikan Wani dan Butet tersebut agar pemimpin dimana pun selalu ingat dengan amanah.

"Agar pemimpin dimanapun kita berada membawa amanah harus selalu mendengarkan. Tak hanya itu, termasuk merasakan. Maka sebenarnya seorang pemimpin tak harus diteriaki, pemimpin tak boleh kemudian diam karena teriakan di rakyat, karena kita harus bisa merasakan," kata Ganjar.

"Itulah mengapa kami dalam perjalanan kami dengan Pak Mahfud kami mencoba mendengarkan dengan tidur di rumah rakyat," sambungnya.

Load More