Suara.com - Politisi Partai Gelora, Fahri Hamzah menanggapi keributan di media sosial terkait naik turunnya suara di pemilihan legislatif (Pileg) saat ini. Menurut pria asal Nusa Tenggara Barat ini, naik turunnya suara adalah hal biasa.
Namun yang menggelitik, ia menyamakannya dengan ingus yang naik turun. Hal ini pun sontak menjadi perhatian warganet.
“Suara dia naik dia diam.
Suara kita naik dia ribut.
Suara kita turun dia diam.
Suara dia turun dia ribut.
Padahal ini semua kayak ingus. Naik turun biasa aja,” cuitnya di akun X.
Cuitan Fahri Hamzah ini diduga terkait suara beberapa partai yang naik drastis dan partai-partai lain yang berubah.
Di media sosial ramai dibicaraka tentang bagaimana akurasi quick count maupun sirekap atau data resmi KPU RI.
Baca Juga: Dukung Ambang Batas Parlemen dan Presiden Dihapus, Fahri Hamzah: Bikin Rakyat Berjarak
Namun warganet tak setuju dengan pernyataan biasa dan persamaan dengan ingus ini.
“Ingusmu naik turun biasa aja.. Kalau ingusan ya pasti dibuang lah.. Jorok amat lu bang..,” ujar @Pakar***
“Kenapa harus ingus sih bang,” ujar @shopee***
“Kl suara naik dgn hasil curang ya pasti ribut lah ,kl gk mau di ributin jangan curang.” Kata @reh***
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
Pasien Kronis Terancam Buntut Masalah PBI BPJS, DPR: Hak Kesehatan Tak Boleh Kalah Oleh Prosedur
-
Penampakan Uang Rp1,5 M Terbungkus Kardus yang Disita KPK dari OTT KPP Madya Banjarmasin
-
Kepala KPP Madya Banjarmasin Mulyono Pakai Uang Apresiasi Rp800 Juta untuk Bayar DP Rumah
-
Harga Pangan Mulai 'Goyang'? Legislator NasDem Minta Satgas Saber Pangan Segera Turun Tangan
-
Kritik Kebijakan Luar Negeri Prabowo, Orator Kamisan Sebut RI Alami Kemunduran Diplomasi
-
Jelang Ramadan, Legislator Shanty Alda Desak Audit Teknis Keberadaan Sutet di Adisana Bumiayu
-
Seminar Nasional Penegakan Hukum, Pakar: Pemberantasan Korupsi Indonesia Temui Jalan Buntu
-
Duduk Perkara Skandal Camat Medan Maimun: Kenapa Kartu Kredit Pemda Rp1,2 Miliar Bisa Dipakai Judol?
-
Diduga Terima Jatah Uang Apresiasi Restitusi Pajak, Kepala KPP Madya Banjarmasin Ditahan KPK
-
Alasan Jamdatun Narendra Jadi Saksi Ahli dalam Persidangan Ekstradisi Paulus Tannos di Singapura