Suara.com - Hajatan politik bakal kembali digelar di beberapa daerah tingkat II di DIDY yang rencananya bakal dilaksanakan bulan Oktober 2024 mendatang. Beberapa Kabupaten yang menggelar Pilkada adalah Kabupaten Sleman dan Gunungkidul.
Sejumlah nama bakal calon bupati pun mulai muncul belakangan ini. Selain incumbent juga muncul nama-nama baru yang bakal meramaikan bursa pencalonan pemimpin di Sleman dan Gunungkidul.
Lembaga Survei Indonesia (LSI) baru-baru ini telah mengeluarkan hasil survei mereka berkaitan siapa yang bakal maju dalam Pilkada 2024 mendatang di Sleman. Selain petahana Kustini Sri Purnomo ternyata muncul nama putera kedua Presiden Joko Widodo, Kaesang Pengarep. Di samping itu juga ada nama Harda Kiswaya dan juga Yuni Astuti.
Kustini Sri Purnomo adalah bupati yang kini masih menjabat dan dia adalah istri dari bupati Sleman sebelumnya, Sri Purnomo. Selain Kaesang yang kini menjabat Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), juga muncul mantan Sekda Sleman, Harda Kiswaya. Nama lain yang muncul adalah politisi Yuni Astuti.
Yuni Astuti awalnya adalah anggota DPR RI dari Fraksi PAN, kemudian mengundurkan diri dan pindah menjadi ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Perindo DIY hingga akhirnya bergabung ke Partai Gerindra beberapa saat sebelum pelaksanaan Pemilihan Anggota Legislatif 2024 kemarin.
Dalam survei yang dikeluarkan oleh LSI akhir Desember 2023 yang lalu, Kustini Sri Purnomo masih menduduki pooling paling atas yaitu sebanyak 43,9 %, kemudian Kaesang Pengarep sebanyak 15,0% dan Harda Kiswaya 10,4% disusul oleh Yuni Astuti 3,4% dan lainnya 1,6%. Dan yang tidak tahu atau tidak jawab ada 25,7 %.
Di Kabupaten Gunungkidul, juga muncul nama baru yang sebelumnya memang belum pernah berhembus. Selain Bupati Sunaryanta, dalam survei LSI tersebut muncul nama Ketua DPRD Gunungkidul sekaligus ketua DPC PDIP Gunungkidul Endah Surbekti Kuntariningsih. Lalu ada nama baru yaitu Sumanto yang merupakan Badan Pemenangan Pemilu DPC Partai Gerindra Gunungkidul.
Nama lain yang ada adalah mantan rektor UNY yang sebelumnya juga turut berkontestasi yaitu Sutrisna Wibawa. Juga ada Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto yang dikabarkan bakal pecah kongsi dengan Bupati Sunaryanta dalam Pilkada 2024 mendatang.
Dalam Survei LSI tersebut, nama Sunaryanta masih menduduki pooling tertinggi dengan mengumpulkan angka 56,1%, kemudian Endah Surbekti Kuntariningsih sebanyak 7,3 %,, Sumanto 3,9%, Sutrisna Wibawa 2,4 % dan Heri Susanto sebesar 0,8%. Sementara nama lainnya ada sebanyak 0,3 % dan yang tidak tahu atau tidak jawab ada 29,1%.
Baca Juga: "Kaesang Effect" Berhasil Menaikkan Perolehan Suara PSI Hingga 3% dalam 30 jam
Pengamat Politik dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Zully Qodir menyoroti masuknya nama Kaesang Pangarep dalam bursa Pilkada di Sleman.
"Tapi ini agak terlalu cepat ya memunculkan nama Kaesang jadi calon Bupati Sleman," ujar Zully Qodir.
Terlebih ada nama petahana Kustini Sri Purnomo yang tidak dipungkiri masih memiliki kharisma kuat.
Nama Kustini yang kini masih menjabat Bupati Sleman itu tentu lebih populer daripada Kaesang. Zully Qodir menduga memunculkan nama Kaesang dalam Pilkada di Slemam ini jangan-jangan hanya test on the water atau cek ombak bagaimana respon warga Sleman terhadap nama-nama yang dimunculkan, salah satu Kaesang Pengarep.
Dilihat dari sisi nilai tawar atau nilai jual, nama Kaesang memang belum begitu kuat. kecuali Kaesang adalah anaknya presiden Jokowi. Tetapi semua orang tahu bahwa Jokowi tahun depan tidak lagi menjadi presiden.
Hanya saja, Zully mengakui jika Sleman agak berbeda dengan kondisi politik di Gunungkidul. Di mana Sleman ini jauh lebih kompetitif dan jauh lebih terbuka terhadap pemilihan kepala daerah. Karena di Sleman bagaimanapun lokasi-lokasi kampus jauh lebih banyak dan dosen ataupun warga yang tinggal di daerah Sleman jauh lebih banyak daripada di Gunungkidul.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
ASN WFH Diawasi Sistem Digital, Menteri PANRB: Bukan Soal Absensi Fisik
-
Pemkot Jakpus Bersihkan Ikan Sapu-sapu Perusak Turap di Kali Cideng
-
Polda Metro Tegaskan WFH Tak Berlaku, Pelayanan Polisi Tetap Berjalan
-
Lukmanul Hakim Puji Keberanian Prabowo Jaga Harga BBM di Tengah Konflik Global: Kita Angkat Topi!
-
Islah Bahrawi Nilai Prabowo Tak Sejalan dengan Gagasan di Buku Paradoks Indonesia
-
AS Kecele? Pakar Bongkar Rahasia Doktrin Mozaik: Iran Hydra, Bukan Ular yang Mati Jika Dipenggal!
-
Israel dan Lebanon Siap Negosiasi di Washington, Upaya Gencatan Senjata Menguat
-
Resmi Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman, Liliek Prisbawono Komitmen Kawal Konstitusi
-
Pramono Sentil PLN Usai Mati Listrik Massal di Ibu Kota
-
Harapan Anwar Usman untuk Penggantinya di MK: Semoga Membawa Berkah bagi Bangsa dan Negara