Suara.com - Wasekjen Partai Demokrat Jansen Sitindaon menanggapi pidato Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat acara buka puasa bersama Partai Demokrat pada Rabu (27/3/2024) malam.
Dalam acara bukber tersebut, Prabowo berpidato menyinggung masa lalu ketika masih menempuh pendidikan di Akademi Militer (Akmil) Magelang.
Saat masih menjadi taruna, Kata Prabowo, dirinya menghuni paviliun 5A Akmil. Ternyata lanjut dia, paviliun 5A memiliki marwah karena sudah dua orang presiden pernah tidur di situ.
Baca Juga:
“Pavilium 5 A Akmil itu ada marwahnya. Kalau mau jadi Presiden mungkin harus pernah tidur di situ dulu. Dan disini ada 3 orang yg pernah tinggal dan tidur disitu. Dan 2 sudah jadi Presiden. Saya bukan peramal, namun yg satunya lagi saya lihat kedepan juga ada peluang,” ujar Prabowo.
Dua presiden yang dimaksud Prabowo adalah dirinya yang bakal segera dilantik sebagai Presiden RI pada Oktober 2024 dan satu lagi adalah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Sementara satu orang lagi yang juga pernah tinggal di paviliun 5A Akmil yang dimaksud Prabowo adalah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY.
Jansen Sitindaon mengatakan, pernah mengunjungi Akmil dan berkesempatan masuk ke paviliun 5A yang dimaksud Prabowo dalam pidatonya.
Baca Juga: Tenar Jadi Pengacara Prabowo, Hotman Paris Digaji Rp250 Ribu oleh OC Kaligis
"Ini memang tempat tidur dan tinggal Taruna yg pintar-pintar, jago-jago dan pemimpin di angkatannya," kata Jansen di akun X.
Jansen lalu membubuhkan video yang ia rekam saat mengunjungi paviliun 5A. Di dalam video itu terlihat nama-nama perwira TNI yang pernah tidur di paviliun tersebut.
"Memang isinya kalau kita lihat, taruna-taruna hebat itu kemudian hari memang jadi nama-nama besar semua di Angkatan Darat dan Indonesia," tuturnya.
Dari video yang diunggah Jansen, terlihat Prabowo Subianto tinggal di paviliun 5A bersama Sjafrie Sjamsudin, Agustadi Sasongko dan Bambang Suranto.
Dari fakta ini, Jansen Sitindaon menyimpulkan mengapa Prabowo dan Sjafrie Sjamsudin hubungannya begitu dekat.
"kalau dilihat sampai sekarang mengapa Pak Prabowo dan Pak Sjafrie Sjamsudin terus dekat dan setia, memang sejak dulu. Berarti sejak umur 20 tahunan mereka sudah teman satu kamar. Teman satu Paviliun," tuturnya.
Berita Terkait
-
Tenar Jadi Pengacara Prabowo, Hotman Paris Digaji Rp250 Ribu oleh OC Kaligis
-
Tim Hukum Prabowo-Gibran Tuding Balik Anies-Muhaimin Lakukan 36 Pelanggaran Pemilu
-
Kubu Prabowo-Gibran Tuding Ada Pengerahan Pejabat untuk Dukung Anies atau Ganjar
-
Ingin KPI Lebih Melek Fashion, Ivan Gunawan Titip Pesan untuk Prabowo Subianto Lewat Nikita Mirzani
-
Ungkit Aksi Gus Miftah Bagi-bagi Duit, Kubu Prabowo di MK: Beliau Tak Pernah Tercatat jadi Tim Kampanye
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!