Suara.com - Kasus kecelakan travel gelap di KM 58 Tol Jakarta-Cikampek hingga kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Dalam kecelakaan maut tersebut, tercatat 12 penumpang termasuk sopir travel tewas setelah mobil Daihatsu Gran Max yang mereka tumpangi terbakar.
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pihaknya tak mau terburu-buru menetapkan tersangka dalam perkara ini lantaran masih dalam penyelidikan.
“Proses ini secara kesinambungan simultan masih berproses. Tentunya proses ini sudah dijelaskan dalam proses identifikasi ada scientific. Dalam peristiwanya pun kita lakukan secara scientific melalui Traffic Analisis Accident atau TAA,” kata Trunoyudo, di RS Polri, Jakarta Timur, Senin (15/4/2024).
Perkara tersebut, lanjut Trunoyudo, masih ditangani Polda Jawa Barat bersama Korlantas Polri. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, sopir travel yang bernama Ukar, mengantuk akibat kelelahan.
“Kami sudah sampaikan investigasi penyelidikan, record perjalanan dari pengemudi sungguh sangat melelahkan,” ucapnya.
Dalam rekam perjalanan yang didapat polisi, pengemudi mengalami microsleep karena kelelahan saat mengendarai mobil nahas tersebut.
“Mulai dari tanggal 5 April, ke Ciamis-Jakarta, Jakarta-Ciamis sampai dengan tanggal 8 April sehingga pengemudi tersebut mengalami kelelahan yang mengakibatkan microsleep atau mengantuk karena kelelahan,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah mengidentifikasi 12 jenazah korban kecelakaan maut tersebut.
Kapusdokes Polri, Irjen Pol Asep Hendradiana mengatakan, dari ke-12 jenazah yang tewas dalam kecelakaan tersebut terdiri dari 7 jenazah laki-laki, dan 5 lainnya merupakan perempuan.
Baca Juga: Jasa Raharja Tetap Beri Santunan untuk Korban Kecelakaan 'Travel Gelap' Tol Japek KM 58
"Hari ini, DVI Polri telah memeriksa 12 jenazah korban kecelakaan yang terdiri dari 7 jenazah laki-laki dan 5 jenazah perempuan," kata Asep saat konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (15/4/2024).
Asep mengatakan, identifikasi yang dilakukan oleh pihaknya telah melalui beberapa fase, di antaranya pemeriksaan jenazah atau post mortem, pengambilan sampel DNA dari pihak keluarga, serta pencocokan data ante mortem.
Beberapa saat telah dilaksanakan, dan juga melalui beberapa kegiatan yang sudah menghasilkan identifikasi personal atas seluruh korban.
Berikut identitas korban tewas akibat kecelakaan yang terjadi di KM 58 Tol Japek:
- Najwa Ghefira, perempuan (21) teridentifikasi berdasarkan pemeriksaan gigi dan telah diserahkan oleh Kabiddokkes Polda Jawa Barat kepada keluarga pada Rabu (10/4/2024) di RSUD Karawang;
- Eva Daniawati, perempuan (30) asal Kabupaten Kuningan teridentikasi melalui DNA
- Sendi Handian, laki-laki (18) asal Kabupaten Ciamis teridentifikasi berdasarkan DNA;
- Aisya Hasna Humaira, perempuan (18) asal Kabupaten Bogor teridentifikasi berdasarkan DNA;
- Azfar Waldan Rabbani, laki-laki (14) asal Kota Depok teridentifikasi berdasarkan DNA;
- Ukar Karmana, laki-laki (55) asal Kabupaten Ciamis teridentifikasi berdasarkan DNA;
- Zihan Windiansyah, laki-laki (25) asal Kabupaten Ciamis teridentifikasi berdasarkan DNA;
- Jasmine Mufidah Zulfa, perempuan (10) asal Kota Depok teridentifikasi berdasarkan DNA;
- Nina Kania, perempuan (31) asal Kabupaten Ciamis teridentifikasi berdasarkan pemeriksaan gigi dan properti;
- Ahim Romansah, laki-laki (38) asal Kabupaten Ciamis teridentifikasi berdasarkan DNA;
- Rizki Prastya, laki-laki (22) asal Kabupaten Ciamis teridentifikasi berdasarkan DNA;
- Muhamad Nurzaki, laki-laki (21) asal Kabupaten Ciamis teridentifikasi berdasarkan DNA.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas
-
Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil