Suara.com - Sempat viral soal kasus korupsi tambang ilegal yang menjerat suami artis Sandra Dewi, Harvey Moeis. Namun siapa sangka, ternyata kejadian itu sebelumnya sudah sempat diprediksi oleh Hard Gumay.
Beberapa waktu yang lalu, Hard Gumay sempat meramal bahwa ada selebritis tanah air yang suaminya akan tersandung kasus hukum, lebih tepatnya kasus korupsi.
"Selebritis wanita, suaminya bukan publik figur, bukan dari kalangan artis lebih tepatnya. Tapi terjerat kasus hukum, kriminal, lebih tepatnya korupsi, Harveyr Moeis-Sandra Dewi," kata Hard Gumay, dikutip dari tayangan Youtube TranTV.
Bukan cuma itu saja, Ia juga sempat melihat ciri-ciri perempuan yang mirip sekali dengan Sabdra Dewi yakni memiliki kulit putuh, berambut panjang .
”Yang aku terlihat itu gambaran wanita, rambut panjang, putih, muncul di aku tuh Sandra Dewi, Dewi Sandra muter-muter tuh, kalau aku jelasin seperti itu lah lebih kurang. Jadi aku langsung menganalisa mengartikan bahwa oh ini kenapa nih, korupsi, laki-laki,” katanya.
Namun secara mengejutkan, Hard Gumay menyebut Sandra dan Harvey ke depannya akan selesai. Meski demikian, ia tak mengungkap detail selesai yang dimaksud olehnya.
”S sama H ini ke depannya selesai,” kata Hard Gumay.
Mendengar perkataan hard Gumay, Feni Rose sebagai pembawa acara tampak terkejut. Namun ia lantas berfikir positif mengenai hal itu.
”Kenapa kaget, maksudnya mungkin selesai kasusnya, kan kita gak tahu,” celetuk Feni.
“Banyak selesai, kreditannya, tanggungannya,” timpal Hard Gumay.
“Pokoknya selesai, selesai apa kan kita gak tahu. Kita doain aja, kalau Sandra Dewi minta doain yang terbaik ya kita doain yang terbaik,” tutur Feni.
“Iya doain yang terbaik,” jawab Hard Gumay.
Adapun saat ini, Harvey Moeis masih ditahan di Rutan Salemba, pasalnya pihak Kejaksaan Agung sudah melakukan perpanjangan penahanan terhadap Harvey Moeis untuk 40 hari ke depan usai sebelumnya telah dikurung selama 20 hari.
Berita Terkait
-
Ada Perjanjian Pisah Harta Sebelum Menikah, Sandra Dewi Bisa Lolos dari Jerat Kasus Korupsi Rp 271 Triliun Harvey Moeis?
-
Chandrika Chika Disebut Dapat Duit Tiap Bulan dari Artis Inisial A: Tingginya 170 Cm, Sudah Punya Istri-Anak
-
Chandrika Chika Pernah Diperingatkan Hard Gumay Akan Terjerat Kasus Hukum: Lebih Kurang 7 Bulan...
-
Kini Ditangkap Karena Narkoba, Ingat Lagi Ramalan Hard Gumay Buat Chandrika Chika: Ada Masalah Hukum
-
Fasilitas Apartemen Pakubuwono Sandra Dewi bak Hotel Bintang 5: Kini Terancam Disita Kejagung
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Bantah Jadi Pembisik Prabowo Soal Yaman, Dudung Beri Pesan Menohok ke Habib Rizieq: Jaga Mulut
-
Putus Rantai Tawuran, Pemkot Jaksel Bangun Gelanggang Olahraga di Manggarai
-
Iran: Kroco Donald Trump Serang Kapal Sipil di Selat Hormuz, 5 Orang Tewas
-
Nekat! Meski Ada Aparat, Pria Tak Dikenal Tetap Hajar Waketum PSI Bro Ron, Ini Kronologinya
-
KPK Bongkar Aliran Dana CSR BI ke Yayasan Milik Heri Gunawan dan Satori, Dua Eks Pejabat Diperiksa
-
Apakah Hukum Kurban Online Sah? Ini Panduan Berkurban via Digital Sesuai Syariat
-
Neraka di Sinaloa: 3.180 Orang Tewas, Ribuan Diculik dalam Perang Kartel
-
UEA Diserang Rudal dan Drone, Negara Arab dan Eropa Ramai-ramai Hakimi Iran
-
Harga Sapi Kurban 2026 Mulai Rp5 Jutaan, Cek Perbandingan Jenis dan Estimasi Biayanya
-
Bersihkan Jejak Digital Negatif, Pemerintah Masukkan 'Right to be Forgotten' ke Revisi UU HAM