Suara.com - Politisi PDIP Masinton Pasaribu menilai partai-partai di koalisi Prabowo-Gibran ketar-ketir jika PDIP bergabung dalam koalisi pemerintahan yang akan datang.
Awalnya, Masinton mengatakan sikap PDIP di pemerintahan mendatang pasti akan ditunggu oleh semua pihak.
"Tentu sikap PDIP ini ditunggu-tunggulah," ucap Masinton dalam siaran YouTube Trijaya FM, Sabtu (4/5/2024).
Namun begitu, Masinton menyebut sikap PDIP akan ditentukan oleh pengurus DPP PDIP, khuusnya Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum.
"Sikap PDIP berada di pemerintah atau di luar pemerintah itu diserahkan kepada DPP partai dalam hal ini kebijakan-kebijakan strategis," ungkap Masinton.
Nantinya, Masinton menyebut DPP PDIP akan menimbang matang-matang arah politik ke depannya.
"Jadi ini hal-hal yang krusial strategis tentu tidak bisa diputuskan secara reaksioner maupun secara emosional," ujar Masinton.
Setelahnya, Masinton berpandangan partai-partai di Koalisi Prabowo-Gibran tentu deg-degan menunggu sikap PDIP mendatang. Ia berkelakar kursi di pemerintahan akan berkurang jika PDIP bergabung.
"Teman-teman yang ada di dalam pendukung Pak Prabowo kemarin tentunya dag dig dug juga PDIP ini masuk nggak ya, kalau masuk porsi kita berkurang nggak ya, kan begitu," papar Masinton sambil tertawa.
Baca Juga: Gerindra Sebut PKB Akan Jadi Kunci Di Pemerintahan Prabowo: Punya Basis Massa Jelas
Sebagai informasi, PDIP akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang ke-V pada 24, 25, 26 Mei 2024. Dalam Rakernas itu salah satunya akan ditentukan sikap PDIP bergabung ke pemerintahan atau menjadi oposisi dalam lima tahun ke depan.
Awalnya hal itu diungkap oleh Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto saat DPP PDIP menggelar rapat koordinasi nasional mengenai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2024) malam.
"Kami melakukan pemetaan titik awal di dalam menyongsong agenda-agenda kepartaian ke depan termasuk mempersiapkan Rapat Kerja Nasional Ke-IV Partai pada 24, 25, 26 Mei 2024 ini," kata Hasto.
Rakernas ini, lanjut Hasto, sebagai momentum yang sangat penting untuk melakukan evaluasi.
Termasuk merumuskan sikap politik sesuai dengan dinamika politik nasional dan menjawab berbagai isu-isu strategis terkait dengan persoalan rakyat dan negara.
Hal itu juga dipertegas dengan pernyataan Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah. Menurut Basarah, dalam Rakernas nanti baik DPC hingga DPD dan DPP akan bersidang menbahas tantangan ke depan.
Berita Terkait
-
PKS Ingin Ditemui Prabowo, Gerindra: Perlu Waktu...
-
Demokrat Ungkap Prabowo Mulai Desain Struktur Kabinet, Parpol Mana yang Paling Banyak Dapat Jatah Menteri?
-
Prabowo Disarankan Rangkul PKS kalau Mau Bentuk Koalisi Gemoy, Tapi Siap-siap Ada Perlawanan dari Partai Gelora
-
Gerindra Sebut PKB Akan Jadi Kunci Di Pemerintahan Prabowo: Punya Basis Massa Jelas
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
-
Tak Cukup Dipenjara, Migrant Watch Desak Mafia TPPO Dimiskinkan Lewat Jerat TPPU
-
Survei LPI: Jokowi Jadi Magnet Dongkrak Citra Positif PSI
-
Audiensi Buntu, BEM DIY Sebut DPR Tak Lagi Representasi Rakyat
-
Dukung MBG, Relawan di DIY Ajak Masyarakat Kawal Program: Harus Transparan dan Antikorupsi
-
ART Disiksa di Johor, Majikan Nakal Malaysia Terlalu Dimanjakan
-
Sandiwara Berdarah di Menteng, Komisaris Wanita Rekayasa Perampokan Demi Habisi Dirut
-
Cerita Rampok 500 Gram Emas Rekayasa! Rekan Bisnis di Menteng Siksa dan Tusuk Korban karena Dendam
-
Kantor Imigrasi Denpasar Digeledah KPK, Buntut Skandal Eks Wamen Silmy Karim
-
Ribuan Jemaah Serbu Monas untuk Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi