Suara.com - Mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengklaim hingga saat ini belum ada rencana untuk membentuk partai politik atau organisasi masyarakat.
Anies juga membantah sempat ditawari untuk membuat Partai Perubahan Indonesia dengan logo burung hantu.
"Nggak ada, nggak ada," kata Anies kepada wartawan di Aceh dikutip Sabtu (4/5/2024).
Isu soal rencana pembentukan Partai Perubahan beredear melalui pesan di aplikasi WhatsApp. Namun Anies memastikan timnya bukan aktor di balik hal tersebut.
"Itu kan beredar di WhatsApp grup ya tapi tidak, bukan dari kami yang ngebikin juga, nggak tahu siapa," ujar Anies.
Capres nomor urut 1 pada Pilpres 2024 lalu itu mengaku belum ada rencana dekat-dekat ini untuk membuat partai atau organisasi masyarakat (ormas).
"Saya sampaikan tidak pernah ada rencana bikin ormas apalagi partai," jelas dia.
Anies menilai adanya Partai Perubahan berlogo burung hantu hanya kreatifitas warga jagat dunia maya.
"Jadi itu kreatifitas orang di sosia media yang tidak ada hubungannya dengan saya," ucap Anies.
Baca Juga: PKS Ingin Ditemui Prabowo, Gerindra: Perlu Waktu...
Untuk diketahui, di media sosial TikTok beredar foto Partai Perubahan Indonesia lengkap dengan wajah Anies dan Refly Harun. Foto itu diunggah oleh akun Tiktok @PERUBAHAN.
Kemudian terpadat pula lambang burung hantu yang merentangkan sayap di dalam sebuah lingkaran serta logo bintang di tengah badan burung bantu tersebut.
Berita Terkait
-
Gerindra Sebut Tak Ada Penolakan dari Partai Gelora ke PKS Gabung Koalisi Prabowo-Gibran
-
Bantah Jadi Penghalang, Gerindra Sebut Jokowi Justru Mendorong Pertemuan Prabowo-Megawati
-
Sebut Prabowo-Megawati Kawan Lama, Sekjen Gerindra: Punya Cara Komunikasi Sendiri
-
Bantah Jokowi Jadi Penghalang Pertemuan Megawati-Prabowo, Gerindra Beberkan Hal Sebenarnya
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?