Suara.com - Kasat Lantas Jakarta Pusat, Kompol Gomos Simamora mengusulkan agar bahu jalan di kawasan Masjid Istiqlal bisa dijadikan lahan parkir ketika acara besar keagamaan.
Hal itu menyusul kurangnya ketersediaan kantong parkir di dalam area Masjid Istiqlal. Terutama, jika sedang ada dua ibadah bersamaan di Masjid Istiqlal dan Gereja Katerdral.
Selama ini, Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral sudah memiliki kantong parkir. Namun jika sedang ada acara keagamaan besar seperti Natal dan Lebaran, kantong parkir tersebut tidak bisa menampung jumlah kendaraan para jamaah.
Diketahui, dua rumah ibadah tersebut bersebelahan, hanya terpisah oleh jalan raya. Oleh karena itu, Gomos mengusulkan jika bahu jalan yang ada di sekitar Masjid Istiqlal dan Gereja Katerdral bisa disulap menjadi kantong parkir.
“Saran saja apabila ada acara-acara besar ibadah kami akan berkoordinasi, mungkin dilegalkan saja untuk parkir di sekitar masjid maupun gereja, sehingga jamaahnya juga tenang,” kata Gomos ditemui di pelataran Masjid Istiqlal, Senin (13/5/2024).
Menurut Gomos, jika kondisi parkir ini tidak dibereskan secepatnya maka para jamaah yang ingin mengikuti rangkaian ibadah tidak nyaman.
“Kalau kami tidak legalkan untuk tempat-tempat parkir di saat-saat acara keagamaan mereka akan pindah ke tempat lain,” ujarnya.
Lantaran, jemaah pastinya ketakutan soal kendaraannya yang terparkir di bahu jalan secara ilegal. Ketakutan itu bisa berupa tilang dari pihak kepolisian maupun derek dari pihak Dinas Perhubungan.
“Nanti isunya lain. Orang beragama dilakukan penindakan, orang beragama dilakukan penderekan,” ucapnya.
Baca Juga: Viral Tarif Parkir Liar di Masjid Istiqlal Rp150 Ribu, Jukir Raih Rp45 Juta Per Hari?
Ia mengharapkan adanya aturan atau kebijakan tentang pelegalan bahu jalan yang bisa dijadikan kantong oarkir.
“Jadi peraturan atau mungkin ada kebijakan lah ya untuk melegalkan di hari hari tertentu,” tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis