Suara.com - Komplotan preman berkedok tukang parkir liar memaksa meminta uang parkir yang di luar nalar kepada seorang pria. Peristiwa ini disebut terjadi di kawasan Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.
Adapun aksi itu viral usai diunggah di sosial media. Salah satu akun yang mengunggah peristiwa ini akun Instagram @jktinfo24jam.
Dalam tayangan video yang diunggah akun tersebut, terlihat tiga orang preman meminta uang parkir kepada seorang pria. Diketahui, uang parkir yang diminta oleh komplotan ini di luar nalar yakni Rp 150 ribu.
Baca Juga: Pengemudi Mobil di Minimarket Kemang Kaget Diminta Bayar Parkir Rp15 Ribu, Ternyata Faktanya Begini
Trio preman ini berdalih memang tarif parkir jika berkunjung di kawasan Masjid Istiqlal memang Rp 150 ribu.
“Memang segitu, biasanya ada uang kebersihan, uang apa tapi ini enggak. Kita minta Rp 150 bersih pak,” kata salah seorang preman dalam video, dikutip Minggu (12/5/2024).
Komplotan beralasan bakal bertanggung jawab kepada pemilik mobil jika mobil tersebut terjaring razia Dinas Perhubungan (Dishub) karena parkir di bahu jalan.
Meski demikian pemilik mobil tidak mau memberikan uang dengan nominal yang diminta oleh komplotan ini.
Baca Juga: Viral Video Jukir Liar Minta Uang Parkir ke Ambulans di RSUP Adam Malik
Sementara itu, Kopolres Meyro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro mengatakan, jika video tersebut merupakan video yang sudah lama. Bahkan salah seorang dari komplotan tersebut sudah diringkus petugas.
“Informasi video lama dan salah satu pelaku sudah ditangkap,” kata Susatyo, saat dikonfirmasi awak media, Minggu (12/5/2024).
Susatyo melanjutkan, pihaknya bakal bekerjasama dengan pihak pengelola, Dishub hingga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan penertiban terhadap parkir liar di sekitaran Masjid Istiqlal.
“Nanti polsek akan berkoordinasi dengan pengelola, Dishub, Satpol PP untuk penertiban parkir,” kata Susatyo.
Berita Terkait
-
Viral Suasana Detik-Detik Bus yang Angkut Murid SMK Sebelum Kecelakaan di Subang: Terdengar Suara Takbir
-
Momen Pengamen Ditantang Nyanyikan 150 Lagu, Malah Bingung Pasang Tarif
-
Kecelakaan Maut di Ciater Subang, Sejumlah Orang Dikabarkan Meninggal Dunia
-
BREAKING NEWS: Bus Pariwisata Kecelakaan di Subang, Banyak Korban Tergeletak
-
Hotman Paris Sindir Keras 'Om Botak' Ajak Jiah YouTuber Korea Ngamar, Netizen: Kalau Gak Korupsi Ya Birahi
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Aksi Bangunkan Sahur Pakai Petasan Picu Tawuran di Menteng, Satu Warga Luka-luka
-
Fakta Rudal Sejjil, Senjata Rahasia Iran yang Pertama Kali Diluncurkan ke Israel
-
Iran Pertama Kali Tembakkan Rudal Sejjil, Pusat Komando Udara Israel Jadi Target Utama
-
Netanyahu Sudah Tewas? Video Terbaru Memperkuat Penggunaan AI: Ada Keanehan di Isi Kopi
-
Fakta Unik Pulau Kharg Iran, Target Utama Pengeboman Terdahsyat Militer Amerika Serikat
-
Program Pemagangan Nasional Kemnaker Perkuat Keterampilan dan Pengalaman Kerja Peserta
-
Strategi Kemnaker Menekan Angka Kecelakaan Kerja melalui Penguatan Ahli K3
-
Viral Lele Mentah, SPPG di Pamekasan Boleh Beroperasi Kembali jika Sudah Ada Perbaikan
-
Wajib Vaksin Sebelum Mudik Lebaran! IDAI Ingatkan Risiko Campak Meningkat Saat Libur Panjang
-
Pemerintah Bangun Ratusan Toilet dan Revitalisasi Sekolah di Kawasan Transmigrasi