Suara.com - Seorang sopir truk barang disebut dipalak sejumlah preman di kawasan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sang sopir mengaku habis uang ratusan ribu karena dipalak oknum tersebut.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @merekam.jakarta, terlihat seorang sopir truk dipalak ketika sedang melintas. Tak hanya sekali, preman lainnya juga kerap datang meminta sopir uang dengan dalih retribusi.
"Momen seorang pengemudi truk dimintai uang retribusi saat melintas di area Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada bulan April 2024 lalu," demikian keterangan video, dikutip Jumat (17/5/2024).
Sang sopir terlihat mencoba negosiasi agar menurunkan tarif. Namun, pada akhirnya ia tetap menyerahkan Rp20 ribu.
"Retribusi Rp20 ribu," kata sang sopir sambil menunjukkan uang ke arah kamera di truknya.
"Bongkar tisu bang, tisu. Rp20 ribu lagi," kata sang sopir saat dipalak preman kedua kalinya.
Berdasarkan keterangan video, sang sopir totalnya sampai menghabiskan Rp100 ribu. Pemalakan terjadi berulang kali dari saat sebelum dan sesudah melakukan bongkar muat.
"Pengemudi truk mengaku mengeluarkan total uang Rp100.000 selama menuju dan keluar setelah bongkar muatan," pungkasnya.
Baca Juga: Epy Kusnandar Positif Ganja Padahal Pernah Kena Tumor, Bikin Enak atau Malah Fatal dan Berbahaya?
Berita Terkait
-
Polda Lampung Ditantang Tuh sama Netizen!, Sopir Truk Ini Dianiaya hingga Patah Tulang saat Dipalak Preman
-
Viral Komplotan Preman Minta Uang Parkir Rp 150 Ribu Di Kawasan Masjid Istiqlal, Polisi: Video Lama
-
Epy Kusnandar Positif Ganja Padahal Pernah Kena Tumor, Bikin Enak atau Malah Fatal dan Berbahaya?
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti
-
BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial
-
Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon
-
Ketika Penyandang Disabilitas Didorong Membangun Bisnis Berkelanjutan
-
KPK Tahan 4 Tersangka Baru Korupsi Asuransi Fiktif PT Pelni Rp263 Miliar
-
Limbah Sianida vs Kemarau Panjang: Saat Sungai Cikaniki Mati Rasa dan Warga Berjuang Demi Air Bersih
-
Askrindo Pertajam Strategi Pertumbuhan, Fokus Diversifikasi Produk hingga Digitalisasi
-
Optimalkan Pelayanan Publik, Mendagri: Pentingnya Penguatan Kapasitas & Dukungan Bagi Kepala Daerah
-
Nyaris Beredar! Polisi Gagalkan Distribusi 784 Ribu Butir Obat Keras Ilegal di Bandung
-
Semakin Praktis, Pembayaran Transportasi Umum Kini Cukup Tempel HP