Suara.com - Fakta baru terungkap di balik kasus kematian Ahmad Efendy (38), warga Cakung yang jasadnya ditemukan di Kali Sodong, Pulogadung, Jakarta Timur. Korban ternyata tewas dibunuh komplotan begal.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly menyebut tiga dari lima pelaku begal telah berhasil ditangkap. Mereka berinisial JMP (25), YBL (36), Dl (22).
Sedangkan dua pelaku lainnya berinisal DM dan A serta seorang penadah berinisial N hingga kekinian masih diburu.
"Modus mereka (pelaku begal) mata elang, mengaku sebagai debt collector tapi mereka tidak mengantongi izin resmi. Mereka hanya mengaku-ngaku dari perusahaan leasing," kata Nicolas di Polres Metro Jakarta Timur, Jumat (17/5/2024).
Berdasar hasil pemeriksaan terhadap ketiga pelaku, mereka mengaku telah melakukan aksi begal sebanyak 20 kali sejak Januari 2023 hingga Mei 2024. Beberapa lokasinya di antaranya di Cileungsi, Bogor; Sunter, Jakarta Utara, Ciputat, Tangerang Selatan; Kalideres, Jakarta Barat; hingga Bekasi.
"Mereka berlima, mencari sasaran secara acak," ungkap Nicolas.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ketiga tersangka kekinian telah ditahan di Polres Metro Jakarta Timur. Mereka dijerat Pasal 338 KUHP, 365 KUHP, 351 KUHP dan 170 KUHP
"Ancaman hukuman maksimal 15 tahun," pungkasnya.
Baca Juga: Ahmad Warga Cakung Ditemukan Tewas di Pinggir Kali Pulogadung Jaktim, Korban Pembunuhan?
Berita Terkait
-
Sempat Mengira Bakal Gagal, Satrio Casis Bintara Polri Korban Begal Kini Sumringah Diterima Jadi Polisi
-
Teror Bajing Loncat di Cakung, Sopir Truk Tak Berdaya Diteror Senjata
-
Ahmad Warga Cakung Ditemukan Tewas di Pinggir Kali Pulogadung Jaktim, Korban Pembunuhan?
-
Miris! Pria Ini Ajak Anak Kecil Mencuri Uang Rp 11 Juta di Toko Elektronik, Aksinya Viral
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam
-
Kritik Tajam ke Prabowo Soal IKN: Politisi PDIP Minta Stop Pembangunan Baru, Fokus Ini!
-
Mahfud MD Sebut Jaksa Tidak Fair dalam Kasus Nadiem Makarim, Ini Alasannya
-
Ini 5 Fakta Kerusakan Hutan di Indonesia yang Jadi Sorotan Dunia
-
Komisi III DPR Perjuangkan Nasib Hakim Ad Hoc dengan Syarat Mutlak Jangan Mogok Sidang
-
KPK Ungkap Istilah Uang Hangus dalam Kasus Gratifikasi Eks Sekjen MPR
-
Sebut Pelaporan Pandji Salah Sasaran, Mahfud MD: Dia Menghibur, Bukan Menghasut!
-
Usut Kasus Haji, KPK Ngaku Sudah Tahu Inisiator Pembakaran Dokumen di Kantor Maktour
-
Sentil Pejabat Perlu Terbiasa Diroasting, Uceng: Kuping Negara Tak Boleh Tipis