Suara.com - Politisi PDIP Rano Karno jadi sorotan publik setelah mengeluarkan kritik keras soal program makan siang gratis hingga wacana ormas kelola hasil tambang.
Pernyataan pria yang dikenal luas sebagai sosok si Doel ini disampaikan saat rapat dengar pendapat umum Panca Pembiayaan Pendidikan dan Penyelenggara Dikdasmen dan Dikti oleh ormas pada Selasa 4 Juni 2024.
Soal makan siang gratis, Rano mempertanyakan perihal anggaran negara yang akan digunakan. Menurut Rano, anggaran yang kelak akan dipakai itu akan taruh di bagian kementrian apa.
“Pemerintah akan berganti? Apakah pemerintahan besok tetap Kemendikbudristek? Makan gratis ada di mana? Dititip di BOS? Dititip di mana?” kata Rano dengan nada cukup tinggi, seperti dikutip, Kamis (6/6/2024).
Anggota DPR dari Komisi X itu kemudian juga sempat menyinggung soal fasilitas bobrok sekolah di Banten. Ia mengatakan banyak sekolah di Banten yang tidak memiliki WC.
"Banten banyak sekolah yang tidak memilki wc, pak. Makanya saya minta maaf, waktu saya jadi Gubernur, bantuan kepada sekolah yang berbasis kepada masyarakat ini maaf masih cukup tinggi, setelah itu tak ada lagi," kata Rano.
Rano Karno juga berikan kritik tajam perihal wacana ormas kelola hasil tambang yang belakangan ramai dibicarakan.
Si Doel berharap konsensi pertambangan ke ormas bisa membantu operasional. Video Rano dengan nada tinggi mengkritisi soal program-program yang sedang ramai diperbincangkan ini mendapat pujian dari netizen.
"Harusnya didampingi Mandra agar tambah ngegas," cuit salah satu pengguna X.
Baca Juga: Rieke Diah Pitaloka
"Belum oposisi resmi udah mantabbb bangettt dahhh ,,, Si Doel ama Si Oneng nge gas bangetttt," sambung akun lainnya.
Rieke Diah Pitaloka Kritik Tapera
Sebelumnya, politisi PDIP lainnya, Rieke Diah Pitaloka yang akrap disebut Oneng juga jadi sorotan setelah mengeluarkan pernyataan keras soal Tapera.
Rieke Diah Pitaloka mendesak agar pemerintah membatalkan PP Nomor 21 Tahun 2024 tentang perubahan atas PP Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tapera.
"Saya menyatakan mendukung untuk pembatalan dan penundaan PP Nomor 25 Tahun 2020 juncto PP Nomor 21 Tahun 2024 tentang Perubahan atas PP Nomor 25 Tahun 2020 tentang Tabungan Perumahan Rakyat," kata Rieke.
Dalam desakannya, politisi PDIP ini juga turut mempertanyakan dana senilai Rp2,5 miliar yang seharusnya menjadi modal awal yang diberikan pemerintah kepada Badan Pengelola (BP) Tapera.
"Saya merekomendasikan dan mempertanyakan di mana uang Rp2,5 miliar yang telah ditetapkan berdasarkan APBN 2018," lanjut Rieke.
Sejumlah pernyataan Rieke Diah Pitaloka tentu saja tak luput dari sorotan. Ia dinilai peduli terhadap nasib rakyat karena mengkritik keras program yang baru saja diteken Presiden Joko Widodo tersebut.
Berita Terkait
-
Rieke Diah Pitaloka
-
Sudah Bicara dari Hati ke Hati dengan Emil Dardak, PDIP Bakal Dorong Kadernya Jadi Cawagub Jatim
-
Lirik Anak Bontot Jokowi di Pilgub Jakarta? Said PDIP: Kaesang Menarik, Kami Tak Dalam Konteks Musuhi Siapapun
-
Tetap Buka Komunikasi dengan Bobby Nasution untuk Pilgub Sumut, PDIP: Tapi Hargai kalau Kami Punya Calon Sendiri
-
Yakin Hasto Kooperatif di Kasus Buronan Harun Masiku, Said PDIP: Baru Dipanggil KPK, Kalau Lebih dari Itu Nauzubillah
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal
-
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha
-
Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib
-
'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!
-
Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?