Suara.com - Mantan Menkopolhukam Mahfud MD mendadak mengungkapkan soal pepatah Turki yang menyinggung sebuah kiasan mengenai badut yang menghuni istana.
Mahfud MD menjelaskan jika pepatah tersebut dikirim oleh koleganya yang merupakan eks pejabat tinggi negara. Dalam unggahan di akun X @mohmahfudmd, ia menuliskan terkait badut yang menghuni istana bukanlah seorang raja.
"Seorang teman mantan Pejabat Tinggi mengirim pepatah Turki ini kepada saya: "Kalau badut menghuni istana, dia bukannya jadi raja; melainkan istana lah yang menjadi panggung sirkus." Dia tak menjelaskan apa pun dan hanya bilang, "Ini pepatah Turki"." cuitnya di akun X pribadinya, Kamis (6/6/2024).
Postingan cawapres nomor urut 03 ini juga disertai dengan capture pepatah Turki dalam Bahasa Inggris.
Entah kepada pepatah tersebut, namun yang jelas warganet membanjiri cuitan sang profesor.
"menyalaaa profku," tulis netizen.
"Saran buat pak Mahfud jangan julid :) kerahkan hati dan pikiran untuk bangsa Indonesia saja, terus jangan doain orang lain atau bangsa lain yg jelek2 mereka juga manusia ciptaan Tuhan," sebut warganet.
"Sayangnya hanya mantan anggota sirkus yg nggak kepakai yg berani ngomong gitu... klo masih kebagian peran di sirkus biasanya nyaman2 saja .. bahkan mencoba lebih lucu dari sang badut," sahut yang lain.
"Dalemmmm sekalii," ungkap warga maya.
Baca Juga: Mahfud MD Sindir Keras Putusan MA: Negara Ini Cara Berhukumnya Sudah Rusak dan Dirusak
Berita Terkait
-
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Uang untuk Geser Aksi dari Istana
-
Istana Monitor Dugaan Suap Pengurus BEM UBK Usai Demo dan Bertemu Wapres
-
Jajaran Direksi Himbara Merapat ke Istana, Prabowo Gelar Rapat Tertutup Bahas Ekonomi
-
Lokasi Donald Trump Teken Perdamaian Perang Iran Ternyata Saksi Bisu Kegagalan AS di Masa Lalu
-
Momen Prabowo Terima Kunjungan Presiden Jerman di Istana Merdeka
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
Terkini
-
Pengerahan Siswa untuk Dukung MBG Dinilai Keliru, Bisa Jadi Bumerang bagi Pemerintah
-
Kasus Penyekapan di Bandung, Komnas Perempuan Sebut Ada Kekerasan Berbasis Gender yang Ekstrem
-
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Uang untuk Geser Aksi dari Istana
-
Program Imunisasi Nasional Kekurangan Dana Rp 1 Triliun Akibat Pemotongan Anggaran
-
Dasco Soal Said Iqbal Jadi Penasihat Prabowo: Bukan Lemahkan KSPI, Justru Tambah Keras ke Pemerintah
-
Buntut Konflik dengan Ruben Onsu, Sarwendah Datangi Komnas Perempuan dan Buka Suara
-
PSI Lempar Isu Prabowo-Gibran 2 Periode, PDIP Beri Sindiran Pedas: Emang Pak Prabowo Mau?
-
Ini Biadab! Kutuk Penyekapan Perempuan di Bandung, DPR Bakal Panggil Menteri PPPA ke Senayan
-
30 Kali Wajib Lapor Jadi Kunci Roy Suryo dan dr Tifa Lolos dari Sel Tahanan Jaksa!
-
Nadiem Makarim Akui Tak Yakin dengan Chromebook saat Meeting dengan Google