Suara.com - Politikus Partai Gerinda, Ahmad Riza Patria resmi diusung dalam Pilkada 2024 Tangerang Selatan (Tangsel) mendampingi Komika Marshel Widianto. Gerindra menilai kedua pasangan ini mampu memenuhi harapan warga Tangsel. Ini dia profil dan kontroversi Ahmad Riza Patria.
Selain dikenal sebagai mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria juga memiliki rekam jejak kontroversi yang sempat menyita perhatian publik. Tak hanya sosok Marshel Widianto yang dicalonkan sebagai wakil Wali Kota Tangsel, sosok Ahmad Riza Patria pun tak luput dari kontroversi.
Sebelum resmi diusung oleh Gerindra, beredar poster Ahmad Riza Patria bersanding dengan Marshel Widianto. Dalam poster tersebut tertulis inisial AM:PM singkatan dari 'Ariza Marshel Pasti Menang' untuk Tangsel.
Saat dikonfirmasi, ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco membenarkan duet antara Riza Patria dan Marshel tersebut. Gerindra secara resmi telah mengusung keduanya berduet dalm Pilwalkot Tangsel. Dasco mengklaim keduanya merupakan sosok yang mumpuni dan bisa memenuhi harapan besar warga Tangsel.
"Gerindra akan mengusung pasangan Ariza Patria-Marshel Widianto untuk Tangsel maju. Kedua orang ini adalah figur yang tepat untuk memenuhi harapan sebagian besar rakyat Tangsel yang ingin kemajuan," kata Dasco, dikutip pada (8/7/2024).
Dipasangkannya Ahmad Riza Patria dengan Marshel Widianto ini membuat sosoknya banyak disorot masyarakat. Apalagi pria yang akrab disapa Ariza ini dikabarkan pernah terlibat kontroversi besar.
Profil Ahmad Riza Patria
Ahmad Riza Patria merupakan politikus dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Pria yang memiliki gelar dan nama lengkap Ir. H. Ahmad Riza Patria, M.B.A. ini lahir pada 17 Desember 1969. Itu berarti usianya saat ini 54 tahun.
Dilansir melalui situs ahmadrizapatria.com, kini Ariza tercatat menjadi Anggota DPR periode 2019-2024. Dalam periode ini, Riza dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi V. Sementara itu di fraksi dia mengemban jabatan sebagai Ketua Fraksi Gerindra MPR RI.
Baca Juga: Tebak! Berapa Kali Marshel Widianto Ucap 'Ehh' Saat Dicecar Nyalon di Pilkada Tangsel?
Tidak hanya di periode kali ini, sebelumnya Riza juga telah menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR RI pada periode 2014-2019. Di periode yang sama, ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra MPR RI.
Jauh sebelumnya tepatnya pada tahun 2012, Ahmad Riza pernah mengikuti pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta. Kala itu ia diusung sebagai Calon Wakil Gubernur mendampingi Hendardji Soepandji. Namun, pemilu kala itu dimenangkan oleh pasangan Ahok-Jokowi.
Ahmad Riza Patria sendiri memiliki latar belakang karier yang cukup menjanjikan hingga bisa membawanya menjadi Komisaris PT. Indoproperti Galaraytama. Ariza merupakan seorang insinyur, lulusan Jurusan Teknik Sipil ISTNM Jakarta dan Institut Teknologi Bandung.
Selain itu, Riza juga menjadi pengurus di Kadin Indonesia dan sempat menjadi salah satu pengurus di BPD HIPMI Jaya pada periode 2001-2003.
Kala Jokowi lolos dalam Pilpres 2019, Ahok secara otomatis harus mengantikan posisi yang kosong. Kala saat itu, Ahmad Riza pun diajukan oleh Partai Gerindra untuk mendampingi Ahok sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Tercatat, ia menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta dari 15 April 2020 hingga 16 Oktober 2022.
Diketahui, pengajuan tersebut sesuai dengan penilaian bahwa Ahmad Riza Patria adalah sosoka aktivis yang mempunyai sepak terjang cukup panjang di dunia politik sehingga mampu menjadi wakil gubernur mendampingi Ahok kala itu.
Berita Terkait
-
Tebak! Berapa Kali Marshel Widianto Ucap 'Ehh' Saat Dicecar Nyalon di Pilkada Tangsel?
-
Maju Pilkada 2024, Marshel Widianto Dituding Sengaja 'Jilat' Raffi Ahmad
-
Kaesang Pangarep Bakal Menangkan Pilkada Jateng, Dengan Catatan Ini
-
Eko Patrio Minta Artis Ikut Pilkada Jangan Cuma Jual Nama Besar, Harus Tahu Masalah Daerahnya
-
Marshel Widianto Maju di Pilkada 2024, Ernest Prakasa Gak Tahu Siapa yang Lebih Ngawur: Partai atau Calonnya?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT