Suara.com - Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah kembali dibuka pada Senin, 29 Juli 2024. Program ini bertujuan untuk mendukung mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya.
Serangan ransomware pada Pusat Data Nasional (PDN) bulan lalu menyebabkan terjadinya eror alias kesalahan teknis pada mahasiswa yang ingin mengajukan KIP kuliah ataupun melakukan klaim ulang. Lalu, apa yang harus dilakukan jika ini terjadi?
Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan terkait pendaftaran dan reclamaim akun KIP Kuliah, seperti dikutip dari laman Kemendikbud, Rabu (31/7/2024).
1. Saya sudah login namun data saya tidak tersedia. Apa yang harus saya lakukan?
Jawaban: Anda perlu melakukan Reklaim Akun KIP Kuliah dengan mengakses sistem KIP Kuliah di kip-kuliah.kemdikbud.go.id. Pastikan untuk mengecek ulang data yang tersimpan dan mengunggah kembali dokumen serta data dukung pendaftaran KIP Kuliah pada periode 29 Juli 2024 sampai dengan 31 Agustus 2024.
2. Apakah ada ketentuan dokumen atau data yang perlu saya submit kembali ketika proses Reklaim Akun?
Jawaban: Ya, pastikan mengunggah kembali data atau dokumen terkini Anda.
3. Saya sudah menjadi penerima beasiswa KIP Kuliah. Apakah yang perlu saya lakukan?
Jawaban: Anda tidak perlu melakukan proses Reklaim Akun. Anda dapat login dengan memasukkan nomor pendaftaran dan kode akses Anda seperti biasa.
Baca Juga: Penjelasan KPK Soal Sidak Di Kemendikbudristek Dan 2 Kampus Di Jateng Hari Ini
4. Siapa saja yang harus melakukan Reklaim Akun KIP Kuliah?
Jawaban: Calon mahasiswa atau mahasiswa baru yang terkena dampak pemeliharaan sistem KIP Kuliah di tahun 2024.
5. Saya (calon mahasiswa atau mahasiswa baru) sudah pernah daftar KIP Kuliah sebelum kendala sistem, apakah saya perlu melakukan Reklaim Akun?
Jawaban: Ya, Anda perlu melakukan Reklaim Akun KIP Kuliah dengan mengakses sistem KIP Kuliah di kip-kuliah.kemdikbud.go.id. Pastikan untuk mengecek ulang data yang tersimpan dan mengunggah kembali dokumen serta data dukung pendaftaran KIP Kuliah pada periode 29 Juli 2024 sampai dengan 31 Agustus 2024.
6. Apakah ada batas waktu Reklaim Akun bisa dilakukan?
Jawaban: Ya, Anda perlu melakukan Reklaim Akun dan pengecekan ulang data yang tersimpan pada periode yang ditentukan, yaitu 29 Juli 2024 sampai dengan 31 Agustus 2024.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Ngeri! Calon Saksi di PN Jakarta Barat Dikejar dan Dianiaya, Videonya Viral di Medsos!
-
Jadi Mobil Prabowo Selama KTT di Filipina, Maung Garuda Ternyata Diterbangkan Pakai Airbus TNI AU
-
Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!
-
Hercules Semprot Amien Rais soal Prabowo-Teddy: Jangan Bicara Kayak Preman Pasar!
-
Menaker Dorong Talenta Muda Jadi Inovator melalui Talent & Innovation Hub
-
Operasi SAR Dukono Ditutup! 3 Pendaki Termasuk 2 WNA Ditemukan Tewas Tertimbun Pasir Vulkanik
-
Tolak Ratusan Miliar dari Jenderal demi Setia ke Prabowo, Hercules: GRIB Itu Petarung!
-
Hercules Ngaku Ditawari Jenderal Ratusan Miliar agar Tak Dukung Prabowo di Pilpres 2024
-
Nobar Persija vs Persib: 13 Titik di Jakpus Dijaga TNI-Polri
-
Terungkap! Ini Alasan Ahmad Dedi Lari Hindari Wartawan Usai Diperiksa KPK Kasus Korupsi Bea Cukai