Suara.com - Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) RI, Heru Budi Hartono membeberkan alasan Presiden Joko Widodo mengumpulkan para kepala daerah di Ibu Kota Negara pada 13 Agustus mendatang. Ia menyebut pada hari itu, Jokowi sedang berada di IKN.
Menurut Heru, Jokowi akan berkantor lagi di IKN mulai 11 sampai 14 Agustus 2024. Karena itu, tak ada alasan khusus mengenai pemilihan lokasi.
Jika saat itu Jokowi berada di Istana Merdeka, Jakarta atau Istana Bogor, maka bisa saja kepala negara tak mengumpulkan para kepala daerah di IKN.
"Ya Pak Presiden-nya ada di sana. Jadi Bapak Presiden itu sudah mulai ada di sana (tanggal) 11, 12, 13, 14 (Agustus)," ujar Heru kepada wartawan, Kamis (8/8/2024).
Heru mengatakan, pemanggilan terhadap kepala daerah seluruh Indonesia dibagi dua jadwal. Pertama, para wali kota dan bupati termasuk Penjabat akan dipanggil pukul 09.00 WIB.
"Jam 11.00 WIB waktu IKN pak presiden mengumpulkan para gubernur, Pj gubernur. Ya presiden mengumpulkan bupati, wali kota, Pj gubernur mah wajar," jelasnya.
Selanjutnya, Jokowi akan kembali lagi pada 14 Agustus siang untuk melaksanakan kegiatan di Jakarta. Keesokan harinya pada 16 Agustus Jokowi bakal melakukan pidato kenegaraan di gedung DPR/MPR RI.
"16 (Agustus) sore berangkat ke IKN. 16 malam pukul 00.00 kegiatan AKRS (Apel Kehormatan dan Renungan Suci). 17 pagi sudah kegiatan acara. Ya mohon doa semoga semuanya bisa berjalan dengan baik," pungkasnya.
Sebelumnya, Heru menyebut Jokowi bakal menyampaikan pengarahan kepada kepala daerah, khususnya mengenai pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Para gubernur hingga bupati diminta untuk mensukseskan kontestasi politik ini dan bersikap netral.
"Macam-macam, ada tahapan proses pilkada, wilayah masing-masing harus aman, menjaga netralitas," jelasnya.
Kemudian, Jokowi disebut Heru akan memberikan arahan soal pelaksanaan Rancangan Program Jangka Panjang Daerah (RPJPD). Para kepala daerah diminta bisa menerjemahkan RPJPD di wilayahnya masing-masing.
"Lantas juga bisa merealisasikan kegiatan kegiatan RPJPD, rencana pembangunan jangka pendek daerah, banyak (yang dibahas)," katanya.
Berita Terkait
-
Pakar Sebut Kerja Pansel Capim dan Dewas KPK Cerminkan Kepentingan Politik Presiden Jokowi
-
Resmi! Link Pendaftaran Upacara 17 Agustus 2024 di IKN dan Jakarta
-
Pemerintah Jor-joran Sewa Mobil saat Proyek Jalan di IKN Masih Butuh Anggaran Triliunan
-
Hari Ini Jokowi Terima Surat Kepercayaan 10 Duta Besar Negara Sahabat, Dubes AS hingga Rusia Hadir di Istana
-
Mau Uji Coba Makan Bergizi Gratis di Jakarta Tiap Pekan, Heru Budi Bakal Ajak Gibran: Kalau Ada Waktu
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK