Suara.com - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep memberikan rekomendasi kepada Ridwan Kamil dan Ahmad Luthfi untuk maju menjadi calon gubernur. Masing-masing diberikan rekomendasi untuk maju di Pilkada Jakarta dan Pilkada Jawa Tengah.
Diketahui kedua provinsi tersebut sebelumnya dikait-kaitkan dengan Kaesang. Putra bungsu Presiden Jokowi digadang-gadang maju di Pilkada Jakarta atau Jawa Tengah.
Kaesang lantas menanggapi pertanyaan awak media, ihwal kenapa ia nggak maju mencalonkan diri sebagai gubernur di Jakarta? Merespons pertanyaan ini, Kaesang hanya bertanya balik.
"Siapa yang bilang?" kata Kaesang di The Klasabanka Hall, Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Kamis (15/8/2024).
Diberitakan sebelumnya, PSI memberikan rekomendasi kepada Ridwan Kamil (RK) untuk maju sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta di Pilkada 2024.
Pemberian rekomendasi itu dilakukan langsung oleh Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep kepada RK. Adapun RK mengenakan helm merah saat naik ke panggung sebelum menerima surat rekomendasi.
Awalnya layar di belakang panggung menampilkan foto Kaesang saat pengumuman rekomendasi untuk Pilkada Jakarta. Tetapi kemudian hal itu hanya bagian dari gimmick. Foto Kaesang ditandai dengan kata-kata "salah weh salah!"
Sesaat kemudian muncul RK dengan mengenakan helm merah. Ia lantas melepas helm tersebut ketika menerima surat rekomendasi.
Selain pemberian rekomendasi untuk Pilkada Jakarta, Kaesang sekaligus memberikan rekomendasi untuk Pilkada Jawa Tengah. Tokoh yang diusung PSI adalah Ahmad Luthfi.
Baca Juga: Tidak Banyak Ikut Dinamika Perjodohan Elite, RK Siap Adaptasi Siapa pun Cawagub Pilihan KIM Plus
Luthfi datang langsung menerima surat rekomendasi yang diberikan Kaesang.
PSI belum mengumumkam siapa calon wakil gubernur yang diusung untuk mendampingi RK di Jakarta atau mendampingi Luthfi di Jateng.
Berita Terkait
-
Skenario Gibran Menang Telak di Solo Bakal Diulang di Pilkada Jakarta usai PKS Gabung KIM?
-
Didukung PSI, Ahmad Luthfi Rela jadi Cawagub Dampingi Kaesang di Pilkada Jateng, Begini Alasannya!
-
Tidak Banyak Ikut Dinamika Perjodohan Elite, RK Siap Adaptasi Siapa pun Cawagub Pilihan KIM Plus
-
Bukan Kaesang! PSI Kasih Rekomendasi RK di Pilkada Jakarta, Ahmad Luthfi di Pilkada Jateng
-
So Sweet, Erina Gudono Bongkar Sikap Manis Kaesang Selama Hamil, Bikin Meleleh!
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag
-
Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin
-
Pengguna LRT Meningkat 26 Persen, Masyarakat Pindah dari Kendaraan Pribadi ke Transportasi Umum?