Suara.com - Gencatan senjata di Jalur Gaza Palestina nampaknya gagal dilakukan, namun hal itu berbeda dengan Presiden AS Joe Biden.
Orang nomor wahid di Amerika Serikat itu mengatakan sangat optimis jika kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza akan terjadi.
"Sampai satu jam yang lalu, kesepakatan itu masih berlangsung. Saya optimis. Hanya beberapa masalah lagi. Saya pikir kita punya kesempatan," kata Biden dilansir Minggu (18/9/2024).
"Itu masih harus dilihat." kata Biden setelah ditanya tentang kapan gencatan senjata akan dimulai.
Biden mengatakan sebelumnya bahwa tidak seorang pun di Timur Tengah "harus mengambil tindakan untuk merusak proses ini."
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken melakukan perjalanan ke Israel pada Sabtu (17/8) untuk melanjutkan upaya menyelesaikan kesepakatan gencatan senjata yang mencakup pertukaran sandera Israel dan tahanan Palestina.
Kunjungan itu dilakukan setelah AS, Mesir dan Qatar mengumumkan pada Jumat bahwa mereka telah menyampaikan kepada Israel dan Hamas apa yang mereka sebut sebagai "usulan penghubung" untuk lebih mempersempit "kesenjangan yang tersisa dengan cara yang memungkinkan implementasi kesepakatan yang cepat."
Pernyataan dari AS, Mesir dan Qatar mendeskripsikan diskusi yang berlangsung selama dua hari di ibu kota Qatar, Doha, sebagai "serius dan konstruktif," seraya menambahkan bahwa diskusi tersebut "dilaksanakan dalam suasana yang positif."
Para mediator tidak memberikan perincian tentang usulan baru tersebut, tetapi mengatakan bahwa hal itu "konsisten dengan prinsip-prinsip yang ditetapkan oleh Presiden Biden pada 31 Mei 2024 dan Resolusi Dewan Keamanan No. 2735."
Baca Juga: Hamas Sebut Optimisme Biden soal Gencatan Senjata di Gaza Hanya Ilusi
Resolusi Dewan Keamanan 2735 menyambut baik usulan yang diajukan oleh Biden.
Pernyataan tersebut juga mencatat bahwa pejabat senior dari ketiga negara akan "bertemu lagi di Kairo sebelum akhir pekan depan dengan tujuan untuk menyelesaikan kesepakatan berdasarkan ketentuan yang diajukan hari ini."
Negosiasi tersebut melibatkan Direktur CIA William Burns, Perdana Menteri Qatar Mohammaed bin Abdulrahman Al Thani, kepala Intelijen Mesir Abbas Kamel dan Direktur Mossad Israel David Barnea.
Hamas telah menolak untuk berpartisipasi dalam diskusi terbaru, menuntut agar Tel Aviv mematuhi perjanjian yang dibuatnya pada Juli berdasarkan usulan yang didukung oleh Biden dua bulan lalu, menurut laporan media.
Lebih dari 40 ribu warga Palestina telah tewas sejak Israel memulai serangan mereka di Gaza pada Oktober 2023, yang sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak.
Hamparan luas wilayah pesisir telah sepenuhnya diratakan di tengah pemboman Israel yang tiada henti yang telah menghancurkan seluruh lingkungan pesisir itu menjadi puing-puing. [Antara].
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
DPRD Lebak Dorong Penindakan Tambang Ilegal demi Cegah Bencana Ekologi
-
Penyebab Civic Ringsek di Bundaran HI, Polisi Ungkap Dugaan Pengemudi Muda Tak Fokus
-
Libur Tahun Baru 2026, Pengunjung Ragunan Diprediksi Tembus 100 Ribu Orang
-
Malioboro Belum Sepi! Wisatawan Masih Belanja Oleh-oleh Sebelum Pulang
-
BMKG Catat 1.556 Gempa Guncang Aceh Sepanjang 2025, Naik 39 Persen dari Tahun Lalu
-
Gebrakan Dedi Mulyadi: Jabar Haramkan Penanaman Sawit Baru, Ancam Krisis Air
-
Pupuk Bersubsidi Langsung Bergerak di Tahun Baru, 147 Transaksi Terjadi dalam 16 Menit
-
Prabowo Jawab Kritikan: Menteri Datang Salah, Tak Datang Dibilang Tak Peduli
-
KPK Ungkap Laporan Gratifikasi 2025 Capai Rp16,40 Miliar
-
Begini Kondisi Hunian Danantara di Aceh yang Ditinjau Prabowo: Ada WiFi Gratis, Target 15 Ribu Unit