Suara.com - Kabar gembira bagi para lulusan SMA sederajat, pemerintah kembali membuka kesempatan bagi putra-putri terbaik bangsa untuk mengabdi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) melalui seleksi CPNS tahun 2024.
Terdapat sejumlah formasi yang dapat dilamar oleh para lulusan SMA, membuka pintu bagi mereka untuk berkarier di sektor pemerintahan.
Meskipun persyaratan umum untuk menjadi PNS cenderung lebih mengutamakan lulusan perguruan tinggi, namun beberapa instansi pemerintah, terutama di daerah, seringkali membuka formasi khusus bagi lulusan SMA.
Pengelola Penanganan Perkara, Kejaksaan RI
Petugas Pengelola Penanganan Perkara bertugas melakukan kegiatan penyiapan bahan dan pengelolaan administrasi penanganan di bidang pidana.
Posisi ini bertugas menyiapkan bahan dan pengelolaan administrasi penanganan bidang intelijen penyelenggara penegakan hukum, perdata dan TUN, serta tindak pidana militer.
Penjaga Tahanan, Kejaksaan RI
Penjaga Tahanan bertugas menjaga, membina, mengawal, dan mengelola tahanan. Formasi ini dibuka untuk lulusan SMA dan yang sederajat.
Pengadministrasi Rekam Medis dan Informasi, Badan Intelijen Negara (BIN)
Baca Juga: 6 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Mendaftar Seleksi CASN 2024
Petugas di formasi ini bekerja di Pusat Intelijen Medik BIN pada 2021. Lulusan SMA dan sederajat dapat mendaftar.
Asisten Penata Kelola Intelijen, BIN
Asisten Penata Kelola Intelijen BIN bertugas memberi dukungan teknis penyelenggaraan intelijen sesuai bidang tugas masing-masing. Formasi CPNS ini dibuka untuk lulusan SMA/sederajat.
Penjaga Tahanan, Kementerian Hukum dan HAM (KemenkumHAM)
Lulusan SMA dan yang sederajat di KemenkumHAM ini menerapkan syarat usia 18-28 tahun pada rekrutmen CASN tahun lalu. Pelamar dapat lulus dari satuan pendidikan/sekolah/madrasah di bawah naungan Kemendikbudristek, Kemenag, atau dari luar negeri dengan syarat ijazah sudah disetarakan Kemendikbudristek.
Pemula-Kataloger, Kementerian Pertahanan (Kemenhan)
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Evaluasi MBG dan Krisis Regenerasi Petani Jadi Sorotan, Dudung Akui Program Perlu Ditata Ulang
-
Klaim Perdamaian Baru Versi Trump: Iran Setuju, Hormuz Dibuka, Nuklir Dibatasi
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis