Suara.com - Seorang pejabat desa di Kabupaten Bogor, Jawa Barat ditemukan meninggal dunia bersama seorang wanita di dalam mobil, hingga membuat gempat warga di sekitar lokasi penemuan.
Informasi yang dihimpun, pejabat desa tersebut ditemukan tewas bersama seorang suami di wilayah Desa Cijayanti, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Selasa (3/9/2024).
Pria dan wanita itu ditemukan tewas di dalam mobil yang terparkir di garasi rumah korban.
Pejabat desa itu berinisial MJA yang bertugas sebagai Kasie Pelayanan Desa Cijayanti, sementara wanita berinisial I juga ditemukan tewas di sampingnya.
Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Teguh Kumara kepada wartawan mengatakan, keduanya diduga meninggal akibat keracunan karbon monoksida.
Penemuan mayat sepasang itu terungkap usai keluarga korban mengaku aneh pada Senin (2/9/2024) lantaran MJA tak pulang.
Namun kata polisi, keluarga korban terakhir kali melihat, MJA pada pukul 19.00 WIB, menuju garasi rumahnya. Keluarga dan tetangga kemudian mencari keberadaan korban hingga mendatangi kantor desa.
“Pencarian dilakukan sejak Senin malam, dan ditemukan korban ada di dalam mobil di garasi rumah," katanya kepada wartawan, Kamis (5/9/2024).
“Dari lubang plafon, terlihat mobil korban terparkir, dan setelah dicek lebih lanjut, dua orang ditemukan tak bernyawa di dalam mobil,” tambah Teguh.
Baca Juga: AS Terus Membeli Tanah Sejumlah Negara, Salah Satu Motif Ekspansi Wilayah
Hasil pemeriksaan sementara dari otopsi menyebutkan bahwa korban meninggal dunia akibat keracunan karbon monoksida yang kemungkinan besar berasal dari asap kendaraan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat
-
Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel
-
SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!
-
Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran
-
Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR