Suara.com - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Aida Suwandi Budiman dilantik menjadi Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 11 September 2024 kemarin.
Berpengalaman dalam bidang ekonomi makro, penunjukkan Aida tentu sudah mendapat perhitungan matang untuk mengawasi LPS ke depannya.
Tak dipungkiri bahwa Aida lihai dalam mengatur keuangan sejak mudanya hingga sekarang. Kariernya tak bisa diremehkan hingga menduduki jabatan penting di BI.
Dari jerih payahnya tersebut, Aida bahkan memiliki sejumlah bangunan yang nilainya mencapai Rp500 juta atau setengah miliar lebih. Lalu apa saja benda dan harta kekayaan yang dimiliki wanita asal Bogor, Jawa Barat ini?, berikut ulasannya.
Mengutip dari Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) dari situs resmi KPK, Jumat (13/9/2024), Aida menyimpan harta sebesar Rp34,4 miliar.
Dari catatan yang sama Aida juga memiliki hutang senilai Rp2,6 miliar.
Berikut ini adalah harta kekayaan wanita 59 tahun selama menjabat sebagai jabatan penting di lembaga keuangan negara.
1. Bangunan hasil sendiri dengan luas 56,5 meter persegi di Kabupaten/Kota Jakarta Selatan sebsar Rp500 juta
2. Tanah dan bangunan seluas 227 meter persegi/ 119 meter persegi di Kabupaten/Kota Jakarta Selatan, hasil mandiri senilai Rp8,7 miliar
3. Tanah bangunan dengan luas 88 meter persegi/150 meter persegi atas hasil sendiri di Kabupaten/Kota Jakarta Selatan senilai Rp2,3 M
4. Tanah bangunan dengan luas 129 meter persegi/300 meter persegi atas hasil sendiri di Kabupaten/Kota Jakarta Selatan senilai Rp4,2 M
5. Kendaraan roda empat Toyota Micro 2023 hasil sendiri Rp550 juta
6. Roda empat Marcedes Benz 2023, hasil mandiri Rp1,6 miliar
7. Harta bergerak senilai Rp326 juta
8. Surat-surat berharga sebesar Rp5,03 miliar
9. Kas dan setara kas Rp13,7 miliar
10. Hutang senilai Rp2,6 miliar
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT