Suara.com - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) dan calon presiden partai Republik Donald Trump nampaknya langsung 'kejang-kejang' usai mendengar penyanyi internasional, Taylor Swift memberikan dukungan kepada Kamala Harris.
Hal itu terlihat saat Trump memberikan tanggapan dia soal Taylor Swift mendukung lawannya dari capres Partai Demokrat tersebut.
Belum lama ini Trump yang memiliki aset bisnis di Indonesia itu mengatakan bahwa tidak menyukai bintang pop Taylor Swift
"SAYA BENCI TAYLOR SWIFT!," unggah Trump di jejaring sosial Truth Social miliknya.
Pernyataannya itu muncul beberapa hari setelah Swift menyatakan dukungannya kepada calon presiden partai Demokrat Kamala Harris untuk pemilu 5 November mendatang setelah debat antara Trump dan Harris pada Selasa (10/9) malam.
"Ia memperjuangkan hak dan tujuan yang menurut saya membutuhkan seorang pejuang untuk memperjuangkannya," tulis Swift di Instagram.
"Menurut saya, dia adalah pemimpin berbakat yang penuh ketenangan, dan saya percaya kita bisa mencapai lebih banyak di negara ini jika kita dipimpin oleh ketenangan, bukan kekacauan."
Kampanye Harris mengejek Trump dengan merilis pernyataan yang lebih panjang terkait Swift pada Minggu, di mana mereka menyebutkan 28 lagu Taylor Swift.
Setelah Swift mengumumkan dukungannya kepada Harris, ratusan ribu orang langsung mengunjungi situs web AS “vote.gov,” yang menyediakan informasi pemilihan resmi untuk publik.
Baca Juga: Permainan Kotor di Timur Tengah, Serangan Cyber Mematikan Hancurkan Komunikasi Hizbullah
Unggahan Swift di Instagram yang mendukung Harris sejauh ini telah mendapatkan lebih dari 10 juta tanda 'suka'.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi
-
Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!
-
China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar