Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperintagkan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk mengutamakan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) di Lebanon pascaserangan yang dilancarlan Israel ke negara tersebut.
Kepala negara meminta Menlu secepatnya melakukan evakuasi terhadap WNI.
"Kementerian Luar Negeri, bu menteri sudah saya perintahkan untuk menindaklanjuti apa yang sudah saya sampaikan agar keselamatan perlindungan warga negara kita dinomorsatukan, evakuasi disegerakan," kata Jokowi di RSUD Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, Rabu (2/10/2024).
Sebelumnya, Jokowi menegaskan Indonesia mengutuk keras serangan udara Israel terhadap Lebanon yang memakan banyak korban.
Jokowi mengajak semua negara termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merespons cepat untuk mencegah lebih banyak korban.
"Ya Indonesia mengutuk keras serangan Israel ke Lebanon dan kita mengajak semua negara dan juga PBB untuk memberikan respons yang cepat agar tidak semakin banyak korban lagi yang terjadi atas serangan-serangan Israel," kata Jokowi di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Rabu (25/9/2024).
Sementara itu ditanya terkait kondisi warga negara Indonesia (WNI) di Lebanon, apakah akan dipulangkan ke tanah air, Jokowi menegaskan dirinya sudah berkoordinasi dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi perihal tersebut.
"Saya sudah telepon ke bu menlu, itu juga dalam proses," kata Retno.
Diberitakan sebelumnya, Beirut, ibu kota Lebanon, kembali terguncang oleh serangan udara Israel setelah hampir dua dekade tak tersentuh oleh konflik. Sebuah gedung apartemen di pusat kota menjadi sasaran, dengan lantai lima bangunan tersebut rata dengan tanah akibat ledakan.
Serangan kali ini bukan ditujukan kepada kelompok Hezbollah, melainkan faksi militan Palestina, Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP).
Warga yang masih bertahan di kota, seperti Zawal Hamad, seorang pemilik toko, merasa cemas.
"Tiga perempat penduduk Beirut sudah meninggalkan kota. Bisnis di sini sangat lesu," katanya dengan nada putus asa.
Di kafe-kafe yang tersebar di ibu kota, wajah Wakil Sekretaris Jenderal Keamanan Hezbollah terus muncul di layar televisi.
"Anda tidak tahu di mana bom berikutnya akan jatuh. Bom ada di mana-mana, dan orang-orang bingung mencari tempat aman," kata Mohammad, seorang pemilik kafe yang juga merasa takut.
Di bagian selatan Beirut, kawasan Dahieh, Rasha, seorang guru matematika, kehilangan rumahnya dalam serangan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa dukungannya terhadap Hezbollah tidak akan goyah meski kehilangan segalanya.
Berita Terkait
-
Respons Menohok Rocky Gerung Usai Jokowi Disambut Hening Saat Sidang Paripurna DPR: Tragis!
-
Tegas dan Kontroversial! Amien Rais Sebut Jokowi Sebagai Presiden Terburuk, Inilah Alasannya
-
Sebut Anak-anaknya Sukses, Pesan Pamitan Iriana Jokowi Bikin Publik Kesal: Sudah Dicarikan Pekerjaan Semua
-
Kelas Banget, Anies Baswedan Diduga Sindir Dinasti Jokowi Pakai Foto Anime
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
Pilihan
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
Terkini
-
Badan Geologi Ingatkan Longsor Susulan Masih Mengintai Cisarua, Ini Pemicunya
-
Percepatan Relokasi dan Tata Ruang Aman Jadi Fokus Mendagri Pascabencana
-
Langsung Ditelepon Prabowo, Menteri Trenggono Ungkap Kondisinya Usai Pingsan Saat Upacara
-
Bantah Tebang Pilih, Satgas Ungkap Proses di Balik Perintah Prabowo Sikat 28 Izin Perusahaan
-
Pengamat Nilai Pengacara Nadiem Tak Siap Hadapi Jaksa, Apa Alasannya?
-
Kasus Suami Jadi Tersangka Usai Bela Istri dari Jambret di Sleman, Ini Kronologi Versi Polisi
-
JPO 'Melayang' JIS-Ancol Bakal Jadi Ikon Baru Jakarta, Kapan Bisa Digunakan?
-
Pramono: WFH dan PJJ di Jakarta Hanya Saat Hujan Deras, Cerah Tetap Masuk Normal
-
Adu Cepat Lawan Maut: Basarnas Terjang 'Bubur Pasir' Cari Puluhan Korban Longsor Cisarua
-
PDIP Jabar Siapkan Relawan Kesehatan Desa, Hasto Kristiyanto: Kemanusiaan di Atas Politik Elektoral