Suara.com - Sebuah tragedi mengerikan terjadi di perairan Pulau Reong, Maluku Selatan, saat Colleen Monfore (68), seorang turis asal South Dakota, Amerika Serikat, dilaporkan hilang setelah diduga diserang hiu saat melakukan penyelaman bersama enam temannya. Kejadian ini mengguncang para penyelam yang ikut dalam perjalanan tersebut, yang awalnya bertujuan untuk menikmati keindahan bawah laut.
Menurut informasi yang diperoleh, Colleen terpisah dari rombongannya dan terseret arus yang sangat kuat saat melakukan penyelaman. Meskipun panduan penyelam berusaha untuk menariknya kembali ke perahu, sayangnya upaya tersebut tidak berhasil.
Setelah delapan hari pencarian intensif oleh tim penyelamat, nasib Colleen masih misterius hingga seorang nelayan di Timor Leste menemukan sisa-sisa tubuh manusia di dalam perut hiu yang ditangkapnya pada hari Minggu (6/10/2024) lalu.
Saksi mata, seorang nelayan yang terlibat dalam penemuan itu, menceritakan momen mengejutkan ketika ia membuka perut hiu tersebut.
"Hiu itu tampak tidak dalam kondisi sehat. Saya pikir ia telah menelan plastik atau jaring ikan. Ketika saya membongkarnya, saya menemukan sisa-sisa tubuh seorang wanita," ujarnya, menggambarkan temuan yang mengerikan.
Pejabat di Timor Leste segera menghubungi penjaga pantai Indonesia untuk berkoordinasi mengenai insiden ini.
Muhammad Saleh Goro, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah untuk Pengelolaan Taman Laut Kepulauan Alor, mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Indonesia di Dili dan mengonfirmasi informasi tersebut.
"Saat ini, kami tengah menyelidiki lebih lanjut untuk memastikan apakah sisa-sisa tubuh tersebut berasal dari seseorang yang dilaporkan hilang di Indonesia." ucapnya.
Keluarga Colleen dan teman-temannya kini tengah berduka dan berharap untuk mendapatkan kepastian mengenai keberadaan Colleen.
Baca Juga: Tegang! Aktris Cantik Prilly Latuconsina Pasang Alat Pelacak di Tubuh Hiu Paus Raksasa
Berita Terkait
-
Tegang! Aktris Cantik Prilly Latuconsina Pasang Alat Pelacak di Tubuh Hiu Paus Raksasa
-
Pantes Shin Tae-yong Kepincut! Pemain Keturunan Pulau Haruku Maluku Lagi Menggila di Eropa, Siapa?
-
Siapa Godfried Roemeratoe? Pemain Keturunan Pulau Seram Gelandang Tajam Teman Duet Mees Hilgers
-
Siapa Ayah Xiamaro Thenu? Lionel Messi Berdarah Ambon Positif Mau Gabung Timnas Indonesia
-
Siapa Ibu Mitchell van Rooijen? Pemain Keturunan Papua Pasang Bendera Merah Putih Standby Dinaturalisasi
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA
-
Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri
-
KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim
-
Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora
-
KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik
-
Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya